AC Milan Murka, 4 Keputusan Wasit Disorot, Termasuk Insiden Gigi Copot

AC Milan, wasit, Serie A, AC Milan vs Parma, AC Milan Murka, 4 Keputusan Wasit Disorot, Termasuk Insiden Gigi Copot

AC Milan merasa dirugikan oleh kinerja wasit dalam dua laga terkini melawan Como dan Parma. 

AC Milan disebut menyuarakan kekecewaan mereka kepada asosiasi wasit Italia, AIA. Kubu Rossoneri merasa setidaknya ada empat keputusan krusial yang merugikan mereka dalam dua pertandingan terkini Serie A.

Kekecewaan itu memuncak setelah Milan menelan kekalahan 0-1 di kandang sendiri dari Parma pada Minggu (22/2/2026).

Gol sundulan Mariano Troilo (80') memastikan hasil AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, Minggu (22/2/2026) berkesudahan dengan skor 0-1.

Hasil ini memastikan berakhirnya rekor tanpa kekalahan AC Milan. Sebelum ini, tim beralias Il Rossoneri (Si Merah-Hitam) sempat tak pernah takluk dalam 25 laga Serie A secara beruntun.

Menurut laporan media Italia, La Gazzetta dello Sport, pihak AC Milan telah menjalin komunikasi dengan AIA untuk menyampaikan rasa frustrasi atas sejumlah keputusan wasit yang mereka anggap merugikan.

Tetapi, media yang sama juga memberitakan bahwa manajemen Rossoneri memilih untuk tidak mengajukan protes resmi usai laga melawan Parma.

Walau begitu, Rossoneri tetap meyakini bahwa ada dua keputusan yang memberatkan mereka ketika tumbang dari Parma di San Siro

Insiden Kontroversial di Laga Milan vs Parma

Insiden pertama yang dipermasalahkan Milan adalah tidak adanya hukuman terhadap kiper Parma, Edoardo Corvi, usai insiden benturan keras yang membuat Ruben Loftus-Cheek harus ditandu keluar lapangan.

Akibat kontak itu, Loftus-Cheek harus menjalani operasi pada rahangnya.

Tayangan ulang memperlihatkan bahwa Corvi tidak menyentuh bola yang lebih dulu disundul bersih oleh sang bek Emmanuele Valeri.

Sergapannya justru menghasilkan benturan keras dengan Loftus-Cheek yang diberitakan kehilangan giginya akibat insiden ini.

Selain itu, Milan juga menyoroti keputusan wasit yang mengesahkan gol Mariano Troilo.

Keputusan awal wasit Marco Piccinini di lapangan sebenarnya menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap bek Milan, Davide Bartesaghi.

Namun, wasit Marco Piccinini kemudian diminta meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR dan akhirnya membatalkan keputusannya sendiri.

Berdasarkan penilaian La Gazzetta dello Sport, keputusan awal Piccinini untuk menganulir gol Troilo tidak dapat dikategorikan sebagai kesalahan yang jelas dan nyata.

AC Milan, wasit, Serie A, AC Milan vs Parma, AC Milan Murka, 4 Keputusan Wasit Disorot, Termasuk Insiden Gigi Copot

Pemain-pemain AC Milan mengenakan jersey keempat hasil kolaborasi Puma dengan Slam Jam dalam laga pekan ke-26 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, 22 Februari 2026.

Malam Sial AC Milan

Sehingga, kejadian ini seharusnya tidak memerlukan intervensi VAR.

“Saya pikir Serie A adalah liga paling sulit di dunia, karena sangat seimbang, dan setiap pertandingan memiliki bahaya tersembunyi,” ujar asisten pelatih Milan, Marco Landucci, yang menggantikan tugas Massimiliano Allegri mendampingi tim dalam laga kontra Parma.

“Ada pertandingan-pertandingan yang memang tidak berpihak kepada Anda; hari ini (Matteo) Gabbia cedera saat pemanasan sehingga kami terpaksa melakukan perubahan di menit terakhir, lalu Loftus-Cheek langsung cedera dan menerima benturan yang buruk, jadi ini adalah malam yang sedikit sial,” katanya melanjutkan.

Sebelum dikecewakan wasit dalam laga melawan Parma, Milan juga sudah merasa dirugikan dalam hasil imbang 1-1 kontra Como.

Dalam laga melawan Como di San Siro, Milan menilai pelatih Como, Cesc Fabregas, seharusnya diusir dari lapangan karena dianggap menarik baju Alexis Saelemaekers saat pertandingan masih berlangsung.

Selain itu, Rossoneri juga menyoroti tekel keras Ignace van der Brempt yang menyebabkan Strahinja Pavlovic cedera. Van der Brempt tidak menerima hukuman kartu merah untuk aksinya tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang