Eks Kiper dan Wasit Kompak Sebut Milan Dirugikan Gol Kontroversial Parma
Kekalahan AC Milan dari Parma diwarnai oleh gol kontroversial yang menentukan hasil laga ini.
Beradu di pekan ke-26 Liga Italia, Minggu (22/2/2026) di San Siro, hasil AC Milan vs Parma berkahir 0-1.
Hasil tersebut mengakhiri catatan tak terkalahkan AC Milan dalam 24 pertandingan liga.
Gol penentu dicetak Mariano Troilo lewat sundulan pada menit ke-80, memanfaatkan situasi sepak pojok.
Awalnya wasit Marco Piccinini membatalkan gol tersebut karena menilai ada pelanggaran.
Dalam tayangan pertama, Troilo terlihat berada dekat Davide Bartesaghi saat melompat.
Di sisi lain, kiper Mike Maignan tampak bersentuhan dengan Lautaro Valenti. VAR kemudian meminta Piccinini meninjau ulang kejadian itu.
Setelah pemeriksaan cukup lama, wasit mengubah keputusan dan mengesahkan gol. Ia menilai tidak ada pelanggaran terhadap Bartesaghi maupun Maignan.
Pandangan Luca Marchegiani
Keputusan tersebut memunculkan perdebatan. Mantan kiper yang kini jadi komentator Sky Sports, Luca Marchegiani, menilai Maignan terhalang oleh Valenti saat mencoba menjangkau bola.
Menurutnya, posisi Valenti membuat Maignan sulit bergerak ke sisi kanan, arah datangnya sundulan Troilo.
"Dulu pernah ada masa di mana pergerakan kiper di kotak penalti benar-benar dilindungi," ujar Marchegiani.
"Valenti memang tidak menggunakan tangannya, saya pikir itu sebabnya mereka memilih untuk mengubah keputusan pertama wasit, yang awalnya memberikan pelanggaran."
"Maignan jelas sekali dihalang-halangi oleh Valenti."
Analisis Luca Marelli dan Respons Parma
Carlos Cuesta memberikan instruksi dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AS Roma vs Parma di Stadion Olimpico, Roma, pada 29 Oktober 2025. (Foto oleh Filippo MONTEFORTE / AFP)
Pendapat serupa disampaikan mantan wasit Italia, Luca Marelli, kini analis di DAZN. Ia menilai tindakan Valenti memenuhi unsur menghalangi lawan.
"Bagi saya, itu disengaja oleh Valenti, bahkan mungkin sudah direncanakan," ucap Marelli.
"Apa peraturannya? Jelas tertera dalam peraturan bahwa menghalangi pergerakan pemain lawan berarti bergerak ke jalur lawan untuk mengganggunya, mengebloknya, memperlambatnya, atau memaksanya mengubah arah ketika bola tidak berada dalam jarak yang bisa dimainkan oleh kedua pemain."
"Blok Valenti terjadi ketika sepak pojok dilakukan. Ada pergerakan mikro oleh Valenti yang kelihatannya berusaha menghalangi Maignan."
"Karenanya, berdasarkan peraturan, gol itu seharusnya tidak disahkan."
Dari kubu Parma, pelatih Carlos Cuesta cenderung menganggap gol tersebut adalah gol yang wajar.
Ia menyebut situasi bola mati memang menjadi bagian latihan timnya.
"Kami mencoba membuat para pemain siap untuk bola-bola mati," ucapnya.
"Ketika kami berlatih set-piece, kami mencoba membuat para pemain siap mencetak gol," kata Carlos.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang