Tantangan Konsistensi Alwi Farhan di Tur Eropa Jelang All England 2026
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, antusias menatap Tur Eropa. Dia akan mentas di All England 2026 (Super 1000) dan Swiss Open 2026 (Super 300).
Alwi Farhan perlahan menjadi tumpuan baru Indonesia di sektor tunggal putra. Prestasinya terus menanjak seiring kematangan permainan dalam beberapa ajang terakhir yang ia ikuti.
Gelar demi gelar diraih, termasuk medali emas SEA Games 2025 dan juara Indonesia Masters 2026 yang notabene gelar BWF World Tour level Super 500 pertamanya.
Terakhir, Alwi Farhan menembus semifinal Thailand Masters 2026 sebelum disingkirkan rekan senegaranya, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang belakangan mampu membawa pulang trofi juara.
Dalam waktu dekat, Alwi akan menjalani Tur Eropa dan salah satunya adalah berpartisipasi di turnamen bulu tangkis tertua nan sakral, All England 2026, pada 3-8 Maret mendatang.
Bukan cuma itu, Alwi juga didaftarkan PBSI untuk bertarung di Swiss Open 2026 yang langsung digelar setelah All England beres. Turnamen beruntun memberikan tantangan tersendiri.
Persiapan Alwi Farhan harus maksimal, terlebih aspek fisik, lantaran All England dan Swiss Open bergulir dalam waktu berdekatan. Situasi ini bisa menempa ketahanan dan mentalnya agar kelak semakin terbiasa dengan jadwal padat.
Bekal Indonesia Masters dan Thailand Masters
Sebagai pemanasan, Alwi telah merasakan sendiri seperti apa rasanya bermain dalam dua turnamen beruntun saat mengikuti Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026.
"Turnamen beruntun itu nggak gampang. Baru pertama juga merasakan main sampai (hari) Minggu. Sehabis itu minggu depannya harus berjuang lagi mulai dari nol," kata Alwi Farhan dikutip dari Djarum Badminton.
"Suatu pelajaran berharga dan pengalaman yang belum pernah saya rasakan. Bisa menjadi bekal saya untuk turnamen back-to-back ke depannya. Kalau memang mau jadi yang terbaik harus bisa bertahan," jelasnya.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berpose memegang medali dan pialanya usai menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Alwi menjadi juara turnamen tersebut setelah menang dua gim langsung atas lawannya asal Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-5 dan 21-6. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU
Untuk menghadapi dua turnamen Tur Eropa, All England 2026 dan Swiss Open 2026, Alwi merasa punya waktu persiapan yang cukup panjang.
"Sekarang persiapannya (Tur Eropa) lumayan panjang. Jadi, harus bisa memanfaatkan dan memaksimalkan dengan baik" imbuhnya.
Debut Alwi Farhan di All England
Khusus All England 2026 yang berstatus level Super 1000, Alwi menyebutnya sebagai salah satu turnamen yang sejak lama telah masuk dalam daftar keinginannya untuk diikuti.
"Saya sudah pernah ikut turnamen Super 1000, rasanya mungkin sama saja. namun bermain di Birmingham Arena adalah mimpi yang sebentar lagi menjadi kenyataan," tutur Alwi Farhan.
"Pastinya senang ya. Antusias. Targetnya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dulu. Apa yang sudah dilatih, sudah dipersiapkan, pasti ingin dikeluarkan dulu," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang