Putri Kim Jong Un Disiapkan Jadi Pemimpin Korea Utara Seberapa Kuat Pengaruhnya Dibanding Sang Tante, Kim Yo Jong?

Kim Jong Un dan Putrinya (Kiri), Adik Kim Jong Un (Kanan)
Kim Jong Un dan Putrinya (Kiri), Adik Kim Jong Un (Kanan)

Korea Utara kemungkinan akan menghadapi ketegangan baru dari dalam keluarga penguasanya sendiri. Badan intelijen Korea Selatan menyebut putri Kim Jong Un yang berusia sekitar 13-14 tahun yakni Kim Ju Ae, semakin dekat untuk ditetapkan sebagai pemimpin berikutnya. Jika itu benar terjadi, langkah tersebut berpotensi memicu persaingan dengan sang tante yang juga sangat berpengaruh, Kim Yo Jong dalam perebutan kendali di masa depan.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) pekan lalu memberi tahu anggota parlemen bahwa Kim Ju Ae, semakin mendekati penetapan resmi sebagai pewaris kekuasaan. Momennya dinilai krusial, karena Korea Utara bersiap menggelar konferensi politik terbesarnya akhir bulan ini. Dalam agenda tersebut, Kim Jong Un diperkirakan akan menetapkan berbagai target besar sekaligus memperkuat cengkeramannya atas kekuasaan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengarahan tertutup, pejabat NIS mengatakan mereka memantau apakah Kim Ju Ae akan tampil mendampingi ayahnya di hadapan ribuan delegasi pada Kongres Partai Buruh mendatang.

Kim Ju Ae pertama kali muncul di hadapan publik saat uji coba rudal jarak jauh pada November 2022. Sejak itu, ia beberapa kali terlihat menemani ayahnya di berbagai acara, mulai dari uji coba senjata, parade militer, hingga kunjungan ke pabrik, demikian melansir laman NDTV, Senin 16 Februari 2026.

Ia bahkan ikut melakukan perjalanan ke Beijing pada September lalu untuk menghadiri pertemuan dengan pemimpin China di sela-sela peringatan Perang Dunia II. Bahkan, ada tanda-tanda bahwa sang putri yang saat ini berusia antara 13-14 tahun sudah ikut memberikan pandangan dalam urusan kebijakan

Sebelumnya, pejabat di Seoul sempat meragukan kemungkinan seorang anak perempuan dipilih menjadi pemimpin Korea Utara, mengingat sistem kepemimpinan negara itu yang konservatif dan didominasi laki-laki. Namun, kemunculan Kim Ju Ae yang semakin sering membuat penilaian tersebut berubah. Dalam analisis sebelumnya, NIS menyebut kehadiran Kim Ju Ae dalam kunjungan ke China kemungkinan menjadi bagian dari upaya membangun citra dirinya sebagai penerus.

Tante yang Berpotensi Menantang

Namun dibalik Kim Jong Un yang mempersiapkan anaknya sebagai penerus tahta kepemimpinan. Ada tantang terbesar yang datang dari Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un. Di usia 38 tahun, ia kerap disebut sebagai sosok paling berkuasa kedua di Korea Utara, dengan dukungan politik dan militer yang kuat.

Saat ini Kim Yo Jong memegang jabatan senior di Komite Sentral Partai Buruh Korea dan disebut memiliki pengaruh besar terhadap kakaknya.

Mantan pejabat senior intelijen Korea Selatan, Rah Jong Yil, memperingatkan bahwa perebutan kekuasaan sangat mungkin terjadi. Kepada sejumlah media, termasuk New York Post dan The Telegraph, ia mengatakan Kim Yo Jong hampir pasti akan mencoba mengambil posisi tertinggi jika merasa punya peluang. Menurutnya, tak ada alasan bagi Kim Yo Jong untuk menahan ambisi politiknya sendiri.

Kim Yo Jong dikenal memiliki reputasi keras, baik di dalam maupun luar negeri. Ia kerap melontarkan pernyataan tajam atas namanya sendiri.

Pada 2022, ia melontarkan kritik pedas terhadap menteri pertahanan Korea Selatan. Dalam laporan The Guardian, Kim Yo Jong menyebut pejabat tersebut sebagai orang tak waras dan seperti sampah, serta memperingatkan bahwa Seoul bisa menghadapi nasib menyedihkan yang nyaris berujung kehancuran total jika terus melontarkan ancaman.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, ia menegaskan bahwa Korea Selatan bisa menghadapi ancaman serius akibat komentar sembrono tentang serangan pendahuluan terhadap negara bersenjata nuklir. Ia juga mengingatkan agar Korea Selatan mengendalikan diri jika ingin menghindari bencana.

Laporan lain yang terbit pada Desember lalu di 38 North situs milik lembaga think tank Amerika Serikat, Stimson Center juga menyoroti potensi gejolak jika Kim Jong Un meninggal secara mendadak. Analisis itu menekankan tingginya kemungkinan munculnya perebutan kekuasaan antara kandidat-kandidat penerus.

Menurut laporan tersebut, dalam jangka pendek, sosok yang sudah mapan secara politik seperti Kim Yo Jong lebih mungkin mengambil alih jika Kim Jong Un wafat atau sakit serius. Sementara itu, kandidat lain termasuk Kim Ju Ae dan dua saudara laki-lakinya dinilai masih terlalu muda dan belum cukup kuat secara politik untuk realistis memimpin dalam lima hingga 15 tahun ke depan.

Laporan itu juga menegaskan bahwa Kim Yo Jong punya keunggulan karena dukungan politik dan militer yang telah ia bangun di dalam Partai Buruh Korea, sehingga mampu mengungguli kandidat lain.

Jejak Sejarah Keluarga yang Kelam

Korea Utara bukan kali pertama mengalami pembersihan internal yang brutal. Setelah berkuasa pada 2011, Kim Jong Un menyingkirkan pamannya sekaligus mentor politiknya, Jang Song Thaek. Ia dieksekusi dengan tuduhan melakukan tindakan anti-partai dan kontra-revolusioner pada 2013.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kakak tiri Kim Jong Un, Kim Jong Nam yang dulu sempat disebut sebagai calon penerus juga tewas pada 2017. Ia dibunuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, setelah dua perempuan mengoleskan agen saraf VX ke wajahnya.