Salah Satu Danau yang Paling Bening di Dunia, Airnya Tak Boleh Disentuh

Blue Lake, Danau, Selandia Baru, Salah Satu Danau yang Paling Bening di Dunia, Airnya Tak Boleh Disentuh

Di tengah hutan pegunungan Nelson Lakes National Park, Selandia Baru, ada danau yang terlihat seperti kaca raksasa.

Namanya Rotomairewhenua, atau yang lebih dikenal sebagai Blue Lake. Dari kejauhan, airnya tampak biru-violet, jernih sampai ke dasarnya.

Melansir CNN Travel, Danau ini berada sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, dua hari perjalanan dari pemukiman terdekat.

Aksesnya memang tidak mudah, jalur pendakian curam menelusuri ngarai dan hutan lebat. Tapi semua usaha terbayar saat sampai di tepi danau, melihat airnya yang bening luar biasa.

Rotomairewhenua bukan sekadar danau biasa. Tempat ini sakral bagi suku Ngati Apa, suku yang pertama kali menemukan danau dan menamakannya “danau tanah yang damai”.

Mengapa airnya tidak boleh disentuh?

Dahulu, danau ini digunakan untuk ritual membersihkan tulang orang mati, dipercaya menjaga perjalanan roh ke tanah leluhur Hawaiki. Sekarang, meski ritual itu tidak lagi dilakukan, danau tetap menjadi simbol penting dalam budaya suku Ngati Apa.

Kejernihan danau ini membuatnya terkenal di seluruh dunia. Penelitian tahun 2013 menemukan bahwa jarak pandang di airnya bisa mencapai 70–80 meter, sama beningnya dengan air murni laboratorium. Tak heran bila Blue Lake mendapat gelar “danau air tawar paling jernih di dunia”.

Sejak itu, wisatawan mulai berdatangan, terutama antara Desember dan Maret, musim panas di Selandia Baru.

Tapi kepopuleran ini membawa risiko. Para konservasionis khawatir, pendaki bisa membawa mikroorganisme berbahaya bernama lindavia, alga mikroskopis yang dikenal sebagai “lake snot”.

Hanya satu tetes saja bisa mengubah ekologi danau selamanya. Untuk itu, pengunjung diminta membersihkan sepatu dan perlengkapan dari danau lain sebelum sampai ke Blue Lake.

Bahkan, dilarang keras menyentuh air, termasuk berenang atau menyelamkan kamera.

Larangan ini juga bentuk penghormatan terhadap nilai sakral danau.

Petugas konservasi dan perwakilan suku Ngati Apa biasanya berjaga di lokasi saat musim ramai. Mereka mengingatkan pendaki tentang risiko biosekuriti, sekaligus menceritakan sejarah dan makna budaya danau.

Selama ini, banyak pengunjung mulai patuh dengan aturan tersebut, meski masih ada yang kurang sadar akan dampaknya.

Keindahan Blue Lake memang memikat. Airnya yang jernih, pemandangan hutan pegunungan di sekitarnya, serta nuansa damai yang terpancar membuat setiap langkah terasa berbeda.

Suara burung, angin lembut, dan air yang tenang seakan menenangkan pikiran. Di sini, waktu berjalan lebih lambat, memberi kesempatan untuk duduk sejenak, menatap ke dalam air, dan merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang