BYD Berniat Gabung ke Formula 1, Bakal Akuisisi Salah Satu Tim
BYD berhasil menjadi raja di pasar mobil listrik pada 2025. Bahkan sukses mengalahkan rival terberat, yakni Tesla.
Setelah berhasil mencapai prestasi tersebut, jenama asal Cina ini tidak mau langsung berpuas diri begitu saja.
Mereka dikabarkan berniat untuk berkecimpung dalam ajang balap mobil paling bergengsi, yaitu Formula 1 (F1).
"Langkah ini akan menjadi upaya pertama BYD memasuki dunia balap mobil paling elit," bunyi laporan Electrek pada Rabu (11/03).

Lebih jauh disebutkan, BYD tengah mempertimbangkan sejumlah opsi buat bergabung dengan Formula 1.
Mulai dari mengakuisisi skuad yang sudah ada. Kemudian berpotensi membangun tim sejak awal.
Akan tetapi, jika BYD ingin mengakuisisi sebuah tim F1 bukan perkara mudah. Sebab memerlukan biaya yang sangat besar.
Menurut laporan The Sun, untuk bergabung ke F1 BYD harus menyiapkan dana sekitar 370 juta poundsterling atau sekitar Rp 8,3 triliun.
Jumlah di atas akan digunakan buat pengembangan mobil balap F1. Kemudian bernegosiasi dengan para petinggi di ajang tersebut.
Sebagai informasi, General Motors merogoh kocek sampai 358 juta poundsterling setara Rp 8,1 triliun buat membawa Cadillac jadi skuad ke-11 di paddock Formula 1.
Bahkan dari jumlah di atas, belum termasuk biaya pengembangan maupun operasional selama satu musim.
Oleh sebab itu bukan perkara mudah bagi BYD menjadi tim ke-12 di paddock. Mereka harus melalui jalan terjal dan panjang.
Meski begitu Mohammed Ben Sulayem, Presiden FIA mengatakan kalau pasar Tiongkok cukup seksi untuk mereka rambah.
Bahkan potensi tim ke-12 datang dari daratan Cina sangat terbuka lebar. Sehingga dapat sedikit melancarkan rencana BYD.
"Banyak orang yang menentangnya, tetapi saya pikir ini adalah keputusan yang baik buat olahraga ini," ucap Mohammed Ben Sulayem.
Menurut dia, Formula 1 memerlukan negara-negara besar untuk membantu mereka menjadi lebih maju lagi ke depan.
BYD dinilai bisa menjadi salah satu partner. Sehingga Formula 1 mampu merambah lebih banyak penggemar.
"Amerika Serikat akan mendukung General Motors. Langkah selanjutnya adalah menyambut produsen asal Tiongkok," tegas petinggi FIA tersebut.

Alpine Berpeluang Diakuisisi
Di sisi lain, ada beberapa skuad yang berpotensi dibeli oleh BYD guna mewujudkan keinginan mereka berlaga di Formula 1.
Ambil contoh Alpine, sebab tim ini berkompetisi di Formula 1 serta World Endurance Championship (WEC).
Skuad tersebut nampaknya tengah mengalami masalah finansial. Sehingga Alpine harus menghentikan beberapa program mereka.
Alpine pun membutuhkan penyokong dana, agar bisa terus berlaga di ajang balap mobil para raja satu ini.