Tumbler Jadi Salah Satu Barang yang Sering Ketinggalan di Kereta

tumbler, Tumbler Jadi Salah Satu Barang yang Sering Ketinggalan di Kereta

Tumber jadi salah satu barang yang sering ketinggalan di kereta api sepanjang 2025.

Berdasarkan data KAI Daop 6 Yogyakarta, sepanjang 2025 ada sebanyak 1.306 barang pelanggan yang tertinggal di kereta dan berhasil diamankan.

Dari jumlah tesebut, persentase tertinggi yaitu kategori barang biasa sebanyak 659 barang, termasuk salah satunya ialah tumbler.

"Barang biasa seperti topi, helm, kacamata, pouch, tumbler, jaket, sepatu, power bank, totebag," kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih  saat Kompas.com konfirmasi pada Kamis (29/1/2026).

Selain itu, barang lainnya yang sering ketinggalan yakni 622 barang berharga, dan 25 barang kategori makanan.

Kata Feni, total nilai barang yang tretinggal di dalam kereta sepanjang 2025 yakni mencapai Rp 2,46 miliar.

Lebih lanjut disampaikan, dari total barang yang tertinggal tersebut, sebanyak 909 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Sementara sebanyak 278 barang diserahkan kepada dinas sosial, dan 119 barang lainnya masih dalam proses penelusuran kepemilikan.

Feni menilai, capaian ini mencerminkan integritas layanan KAI Daop 6 Yogyakarta dalam menjaga kepercayaan dan kenyamanan pelanggan.

“Barang bawaan pelanggan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan, namun demikian adanya layanan Lost and Found merupakan wujud komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta dalam memberikan rasa aman dan nyaman yang lebih kepada para pelanggan," kata Feni.

Ia menambahkan, setiap barang yang tertinggal ditangani secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab hingga kembali ke tangan pemiliknya.

Feni menambahkan, keberhasilan pengembalian barang tidak lepas dari sistem pelayanan yang terintegrasi.

Serta, peran aktif petugas KAI yang sigap mengamankan setiap barang yang ditemukan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap teliti dan fokus agar barang bawaan tidak tertinggal, baik di atas kereta maupun di stasiun," katanya.

Namun, lanjutnya, pelanggan juga tidak perlu ragu untuk melaporkan kepada petugas stasiun atau di atas kereta, jika ada barang yang tertinggal atau tertukar.

Penumpang juga bisa menghubungi Customer Service atau Contact Center KAI 121.

"KAI Daop 6 akan terus meningkatkan kualitas layanan demi memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan terpercaya,” ujar Feni.

Feni mengatakan, KAI Daop 6 Yogyakarta tak lelah mengingatkan dan mengajak seluruh pelanggan untuk selalu merencanakan perjalanan sebaik mungkin.

Salah satunya dengan berangkat tidak mepet ke stasiun, sehingga tidak perlu terburu-buru.

Calon penumpang juga diimbau membawa barang sesuai aturan yang berlaku agar nyaman bagi pelanggan itu sendiri, dan juga pelanggan lainnya.

"Pastikan kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun agar kenyamanan bersama tetap terjaga," kata Feni.

Feni menuturkan, melalui layanan Lost and Found yang responsif dan profesional, KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen menjadi teman perjalanan penumpang.

"Tidak hanya mengantarkan pelanggan selamat dan nyaman sampai ke tujuan, tetapi juga menjaga setiap kepercayaan yang dititipkan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang