Momen Pippo Inzaghi dan Kaka Jadi Monster Gol AC Milan 20 Tahun Silam
Tanggal 12 Februari 2006 alias 20 tahun lalu menyimpan kisah manis untuk Filippo Inzaghi dan Ricardo Kaka di AC Milan.
Kedua legenda AC Milan itu berbagi momen ketika mengantarkan klubnya meraih kemenangan telak 4-1 atas Reggina di Liga Italia.
Berbicara tentang lini depan AC Milan era 2000-an identik dengan tiga nama, yaitu Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi, dan Ricardo Kaka.
Terdapat beberapa penyerang lain seperti Rivaldo, Hernan Crespo, Alberto Gilardino, tapi ketiga Sheva, Pippo dan Kaka masih lebih dominan.
Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi, dan Ricardo Kaka memiliki keahlian yang berbeda-beda. Sheva mengandalkan kecepatan.
Lalu, Pippo jago dalam penempatan posisi serta lihai menyiasati jebakan offside, sedangkan Kaka seringkali mengecoh lawan berkat kemampuan olah bola kelas wahid.
Musim tertajam mereka terjadi pada edisi 2005-2006 saat koleksi gol ketiganya sama-sama menembus dua digit di semua kompetisi.
Sheva menempati posisi teratas dengan torehan 28 gol, diikuti Kaka (19), kemudian Pippo (17).
Pippo Hattrick, Kaka Kreator Gol
Sewaktu Serie A memasuki pertengahan Februari, tepatnya dalam pertandingan pekan ke-25 kontra Reggina, Sheva dibekap cedera.
Sehingga, produktivitas AC Milan secara otomatis bertumpu kepada Pippo dan Kaka. Kedua pemain ini ternyata sanggup menutupi ketiadaan Sheva.
Kaka (kanan) mengangkat trofi Liga Champions 2007 di samping Filippo Inzaghi. AC Milan menjadi juara Liga Champions 2006-2007 usai mengalahkan Liverpool 2-1 di Stadion Olimpiade Athena, 23 Mei 2007. Kaka memainkan peran penting dalam formasi pohon Natal ala Carlo Ancelotti di AC Milan.
Mereka membawa AC Milan memetik kemenangan 4-1 di kandang lawan. Pippo menorehkan hattrick, sedangkan Kaka mengkreasikan tiga dari empat gol tim.
Khusus Pippo, hattrick tersebut terasa istimewa mengingat sang pemain sudah cukup lama tidak mengukir trigol.
Hattrick terakhirnya adalah saat membantu AC Milan mengandaskan Torino dengan skor telak 6-0 pada 5 Oktober 2002.
Tak mengherankan bila Pippo tampak gembira. Dia lantas mengucapkan terima kasih kepada rekan setim.
Kolaborasi Kelas Wahid Pippo-Kaka
Pippo merasa sangat terbantu dengan dukungan penuh Kaka cs. berupa suplai bola sepanjang laga.
“Saya bisa mencetak tiga gol berkat bantuan rekan setim. Saya harus berterima kasih kepada mereka," ujar Filippo Inzaghi kala itu.
Ucapan terima kasih Pippo barangkali lebih ditujukan buat Kaka. Maklum, seluruh golnya berawal dari aksi individual dan umpan matang pemain berkebangsaan Brasil itu.
Bentuk apresiasi Pippo terhadap Kaka bahkan sudah bisa dilihat di atas lapangan.
Dia selalu menunjuk lalu menghampiri rekannya itu selepas membobol gawang Reggina. Sungguh kolaborasi yang sedap dipandang mata.
Rekaman Pertandingan
Reggina vs AC Milan 1-4
Minggu, 12 Februari 2006
Reggina (3-5-1-1): 1-Pelizzoli; 20-Mesto, 29-De Rosa, 4-Giosa; 11-Vigiani (9-Amoruso 49’), 5-Paredes, 8-Biondini, 19-Tedesco, 34-Missiroli (35-Ungaro 76’); 23-Modesto; 16-Choutos (22-Carobbio 70’)
Cadangan: 99-Pavarini, 30-Barilla, 32-Ceravolo, 33-Cutrupi
Pelatih: Walter Mazzarri
AC Milan (4-3-1-2): 1-Dida; 31-Stam, 5-Costacurta (13-Nesta 62’), 4-Kaladze, 17-Simic (27-Serginho 30’); 8-Gattuso, 21-Pirlo, 10-Rui Costa; 22-Kaka; 9-Inzaghi, 11-Gilardino (20-Seedorf 57’)
Cadangan: 16-Kalac, 14-Vogel, 37-Amoroso, 46-Marzoratti
Pelatih: Carlo Ancelotti
Stadion: Oreste Granillo (15.000)
Gol: Paredes 10’/Inzaghi 14’, 51’, 90+2’, Gilardino 36’
Wasit: Tombolini
Kartu Kuning: Tedesco, Biondini (R)/Inzaghi, Rui Costa, Gattuso (M)
Kartu Merah: -
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang