Akhirnya, WhatsApp Web Kebagian Dua Fitur Penting Ini
Dengan dukungan tersebut, pengguna kini bisa melakukan panggilan suara maupun video langsung dari WhatsApp Web tanpa perlu menginstal aplikasi WhatsApp di laptop atau komputer.
Kehadiran fitur ini membuat fungsi WhatsApp Web semakin mendekati versi aplikasi penuh.
Meski demikian, fitur panggilan suara dan video di WhatsApp Web ini belum dirilis secara resmi. Saat ini, dukungan tersebut baru mulai digulirkan ke sejumlah pengguna WhatsApp versi beta.
Sebelumnya, keberadaan fitur ini sudah lebih dulu dibocorkan oleh WABetaInfo, situs yang kerap membagikan informasi seputar pengembangan WhatsApp.
Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan WABetaInfo, fitur panggilan suara dan video ditandai dengan ikon kamera video di bagian atas jendela percakapan. Ikon tersebut muncul sejajar dengan nama kontak dan ikon pencarian.
Saat ikon ditekan, pengguna akan disuguhi dua pilihan panggilan, yakni panggilan suara dan panggilan video. Tampilan antarmukanya serupa dengan menu panggilan yang ada di WhatsApp versi desktop.
Tampilan fitur telepon dan video call di WhatsApp web
WhatsApp juga membekali fitur panggilan di versi web ini dengan kemampuan berbagi layar (share screen) secara real-time.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna menampilkan layar untuk menjelaskan sesuatu, termasuk dokumen atau materi pendukung, selama panggilan berlangsung.
Seperti halnya di WhatsApp versi mobile dan desktop, panggilan suara dan video di WhatsApp Web juga dilindungi enkripsi end-to-end.
Perlindungan ini memastikan isi komunikasi hanya dapat diakses oleh pihak yang terlibat dalam panggilan, dan tidak bisa didengar oleh pihak lain, termasuk Meta selaku induk WhatsApp.
Enkripsi tersebut aktif secara otomatis tanpa perlu pengaturan tambahan dari pengguna.
Pada tahap awal, fitur panggilan di WhatsApp Web baru mendukung panggilan individu dan belum mendukung panggilan grup.
Saat ini, fitur panggilan suara dan video di WhatsApp Web masih terbatas untuk pengguna beta dan akan diperluas ke lebih banyak pengguna dalam beberapa pekan ke depan.
Menurut WABetaInfo, pengembangan fitur ini sudah dimulai sejak awal 2026 dan baru muncul di aplikasi pada Senin (9/2/2026) waktu Amerika Serikat.
Pantauan KompasTekno, hingga kini pengguna WhatsApp versi stabil maupun beta di Indonesia belum kebagian fitur tersebut.
Pembaruan ini juga menjadi angin segar bagi pengguna sistem operasi Linux, mengingat WhatsApp tidak menyediakan aplikasi desktop resmi untuk platform tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang