Anak-anak Tidak Bebas Main WhatsApp
Fitur ini menghadirkan kendali baru untuk membatasi pengalaman WhatsApp mereka ke dalam berkirim pesan dan menelepon.
"Kami menanggapi masukan yang jelas dari para orangtua bahwa mereka menginginkan cara yang lebih privat, praktis, dan lebih terkontrol untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka yang lebih muda, serta dapat membimbing pengalaman mereka saat online," demikian pernyataan resmi WhatsApp, Kamis, 12 Maret 2026.
Untuk memanfaatkan fitur ini, orangtua memerlukan gawai (gadget) yang sudah dibeli untuk anggota keluarganya dan perangkat miliknya sendiri, untuk menautkan akun.
Setelah disiapkan, akun ini dikontrol oleh orangtua atau wali yang bisa memutuskan siapa saja yang bisa menghubungi akun tersebut dan grup mana saja yang bisa diikuti.
Selain itu, orangtua bisa meninjau permintaan pesan dari kontak tidak dikenal dan mengelola pengaturan privasi akun. Pengawasan dan pengaturan orangtua yang baru dibatasi oleh PIN orangtua pada perangkat yang dikelola.
Hanya orangtua yang bisa mengakses dan mengubah pengaturan privasi, memastikan mereka mampu menyesuaikan pengalaman keluarga mereka.
Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi dengan enkripsi end-to-end, yang berarti tidak seorang pun, bahkan WhatsApp, yang bisa melihat atau mendengarkannya.
"Kami menyediakan lebih banyak fitur dan insight untuk orangtua, khususnya di seputar grup," ungkap WhatsApp.
Fitur 'akun yang dikelola orangtua' akan hadir secara global dengan harapan bisa memberikan proteksi bagi pengguna yang berasal dari beragam kategori umur. Peluncuran fitur ini dilakukan bertahap dalam beberapa bulan mendatang.