Jika Manchester City Bersama Nyalakan Tanda Bahaya

Pemain Manchester City rayakan gol Antoine Semenyo
Pemain Manchester City rayakan gol Antoine Semenyo

 Manchester City mengirim sinyal bahay untuk Arsenal dalam perburuan gelar Premier League. Itu setelah mereka menghancurkan Chelsea di Stamford Bridge, pasukan Pep Guardiola tampil menggila untuk membungkam tuan dengan skor telak 3-0.

Kemenangan ini terasa makin penting setelah Arsenal lebih dulu terpeleset saat menghadapi Bournemouth. Momentum pun beralih ke tangan The Citizens, yang kini memangkas jarak di papan atas menjadi enam poin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sempat tampil datar di paruh pertama, City langsung tancap gas selepas jeda. Dalam rentang 17 menit, mereka menghancurkan Chelsea lewat tiga gol tanpa balas.

Nico O’Reilly membuka keunggulan pada menit ke-50, melanjutkan tren positifnya. Tak lama berselang, Marc Guéhi menggandakan skor lewat gol perdananya di liga. Pesta City ditutup Jérémy Doku yang memanfaatkan blunder fatal Moisés Caicedo—sebuah momen yang benar-benar mempermalukan tuan rumah.

City kini justru terlihat semakin panas saat Arsenal mulai kehilangan konsistensi. Sebaliknya, Chelsea tampil rapuh dan tak mampu memberi perlawanan berarti. Harapan mereka untuk menembus zona Liga Champions pun kian menipis.

Performa inkonsisten juga mempertegas tanda tanya terhadap arah klub, terutama setelah awal yang cukup menjanjikan di bawah Liam Rosenior perlahan memudar.

Di sisi lain, kepercayaan diri City sedang berada di puncak. Dukungan suporter yang terus menggema di Stamford Bridge seolah menjadi bukti bahwa mereka siap bertarung hingga garis akhir.

Bahkan, laga krusial melawan Arsenal di Etihad Stadium pekan depan bisa jadi penentu. Jika menang, City berpotensi memangkas jarak menjadi tiga poin dengan satu laga di tangan.

Meski kalah telak, Chelsea sebenarnya sempat tampil lebih hidup di babak pertama. Cole Palmer hampir mencetak gol ke gawang mantan timnya, sementara Marc Cucurella sempat membobol gawang City sebelum dianulir karena offside. Pedro Neto juga memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan penting.

City sendiri baru mengancam serius menjelang akhir babak pertama lewat Bernardo Silva, namun upayanya masih bisa diamankan Robert Sánchez.

Selepas jeda, cerita berubah drastis. City langsung menekan sejak awal. Erling Haaland sempat mendapat peluang cepat, tapi gagal memaksimalkannya.

Gol pembuka akhirnya lahir dari situasi bola silang Rayan Cherki yang disambut sundulan O’Reilly setelah Andrey Santos kehilangan fokus.

Setelah itu, City benar-benar tak terbendung. Dari skema sepak pojok, Doku dan Cherki bekerja sama sebelum Guéhi menuntaskannya menjadi gol kedua.

Gol ketiga jadi klimaks penderitaan Chelsea. Caicedo kehilangan bola di area berbahaya, Doku dengan mudah merebutnya lalu menuntaskan peluang dengan dingin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chelsea sempat mencoba membalas lewat Cucurella, namun upayanya belum mampu menembus kokohnya pertahanan City yang dikawal Donnarumma.

Hasil ini membuat Manchester City semakin percaya diri dalam perburuan gelar, sementara Chelsea harus segera berbenah jika tak ingin musim mereka berakhir dengan kekecewaan.