Jangan Pilih Fad Diet jika Ingin Penurunan Berat Badan Jangka Panjang
Menurunkan berat badan pada orang dengan obesitas bukan sekadar soal memangkas porsi makan atau mengikuti diet ketat yang sedang tren. Fad diet semacam ini menjanjikan penurunan berat badan drastis secara instan, tapi biasanya gagal dipertahankan.
Dokter spesialis gizi klinik M.Ingrid Budiman mengatakan, diet yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu singkat biasanya hanya mengurangi cairan dan massa otot, bukan lemak.
"Tubuh juga akan menganggap keadaan ini sebagai krisis energi sehingga metabolisme melambat. Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, hormon terganggu, dan berat badan cepat naik kembali setelah diet dihentikan (efek yo-yo)," kata dokter gizi dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, Tangerang ini.
Sebuah program diet disebut fad diet jengutamakan penurunan berat badan cepat dengan drastis memangkas kalori harian, misalnya hanya 500–800 kalori per hari, mengeliminasi kelompok makanan tertentu, atau terlalu menonjolkan satu komponen nutrisi dan meremehkan yang lain.
Pembatasan kalori secara ekstrem membuat tubuh kekurangan nutrisi penting dan beresiko mengganggu kesehatan metabolik dan mental.
Menurut dr.Ingrid, diet yang sehat adalah diet yang selaras dengan kebutuhan tubuh jangka panjang.
“Penurunan yang sehat itu stabil dan berkelanjutan, bukan cepat tapi berisiko. Diet sehat harus bisa dijalankan jangka panjang, mengutamakan keseimbangan nutrisi, dan disertai aktivitas fisik teratur," papar dr.Ingrid.
Pendekatan holistik dan memperbaiki gaya hidup
Berat badan berlebih atau obesitas memang harus diturunkan, tetapi upaya ini membutuhkan pendekatan holistik yang mempertimbangkan kondisi fisik, psikologis, gaya hidup, hingga lingkungan sosial.
Menurunkan berat badan, lanjut dr.Ingrid, perlu dilakukan secara bertahap dengan mengubah gaya hidup secara konsisten, meski dimulai dari hal kecil.
Untuk pola makan, daripada menyiksa diri dengan tidak makan apa pun, lebih baik ganti karbohidrat sederhana dengan sayur dan serat agar perut kenyang lebih lama.
"Makan tetap teratur, tapi atur porsi sesuai kebutuhan. Tak kalah penting, kurangi makanan dan minuman manis dan batasi asupan garam satu sendok teh perhari," saran dr.Ingrid.
Selain asupan, tingkatkan aktivitas fisik untuk membantu tubuh membakar kalori. Olahraga bisa dilakukan 150 menit per minggu dan secara bertahap ditambah durasinya.
Selain olahraga kardio, kombinasikan dengan latihan kekuatan otot 2-3 kali seminggu. Penelitian menunjukkan memiliki lebih banyak massa otot akan meningkatkan metabolisme tubuh.
Untuk mendukung upaya penurunan berat badan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pengaturan gizi yang sesuai agar kita terhindar dari diet yang tidak sehat.
Pendekatan komprehensif yang fokus pada perubahan perilaku, nutrisi seimbang, aktivitas fisik teratur, serta dukungan emosi terbukti lebih efektif dan berkelanjutan dalam membantu seseorang mencapai berat badan sehat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang