Mainkan Peran Jadi Sosok Pelukis Gombal, Ajil Ditto: Ngerayu Susah

Ajil Ditto.
Ajil Ditto.

Ajil Ditto kembali dipercaya memerankan sosok Sadali, seorang pelukis puitis yang dikenal lewat kata-kata manisnya dalam pada film garapan Raam Punjabi. Aktor berusia 24 tahun ini mengaky lebih sulit untuk belajar merayu daripada melukis. 

Film Sadali merupakan sekuel kedua dari film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu yang rilis pada tahun 2024 yang merupakan adaptasi dari novel karya Pidi Baiq dengan judul yang sama. Alur cerita dibangun dari kata-kata (quotes) romantis ala Pidi Baiq sehingga penonton akan mendengar rayuan-rayuan Sadali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ajil mengakui tantangan terbesar memerankan Sadali adalah belajar merayu perempuan melalui kalimat-kalimat romantis. Tantangan ini semakin berat karena ia harus mampu memikat Mera yang diperankan oleh Adinia Wirasti yang berusia lebih tua darinya. 

"Jujur ya, menurut gua lebih susah belajar ngerayu, apalagi kalau yang dirayu itu seorang Kak Asti (Adinia Wirasti). Grogi banget," ungkap Ajil saat sesi konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026. 

Konferensi Pers Film Sadali

Berbeda dengan adegan merayu, Ajil justru lebih santai saat harus memerankan Sadali melukis. Meski mengakui kemampuan melukisnya juga terbatas, ia merasa bagian itu tidak seberat melontarkan rayuan maut khas Sadali kepada Mera maupun Arnaza (perempuan di masal lalu Sadali) yang diperankan oleh Hanggini. 

"Kalau adegan ngelukis ya cuek aja walaupun tetap nggak bisa juga. Tapi giliran adegan merayu, bukan Ajil banget," imbuh Ajil Ditto.

Ajil menyampaikan hampir seluruh dialog Sadali membekas di kepalanya. Namun, ada satu kalimat yang paling ia ingat adalah Hidup ini terlalu banyak kamu dan itu adalah kenyataan yang harus aku terima dari aku mencintaimu. 

"Itu suka banget sih, suka banget kata-katanya,” kata Ajil Ditto.

Saking mautnya, Ajil kerap tersenyum sendiri saat membaca naskah dialog Sadali karena terkesan berlebihan. Meski terdengar romantis di layar, Ajil berusaha keras agar karakter Sadali tidak melekat dalam dirinya.

"Jadi sebisa mungkin jangan sampai mengikuti Sadali," lanjut Ajil.

Selain belajar merayu, Ajil mengungkap tantangan terbesarnya lain yang ia hadapi saat syuting film Sadal adalah menjaga emosi agar tidak terlihat gugup di depan kamera. Ia pun berterima kasih kepada sutradara Kuntz Agus dan Adinia Wirasti yang membantunya untuk tenang dalam setiap adegan.

"Grogi banget, emang itu tugasku paling berat adalah untuk tidak grogi di depan kamera. Jadi makasih Mas Kuntz (produser) sudah membantu aku untuk tidak grogi di depan kamera, makasih Kak Asti," kata Ajil.

Sinopsi Film Sadali 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiga tahun setelah perjodohannya dengan Arnaza (⁠Hanggini) berakhir dan hubungannya dengan Mera (Adinia Wirasti) kandas, Sadali (Ajil Ditto) memilih menetap di Magelang dan menekuni hidup sebagai pelukis. Bersama asisten pribadinya, Sadali sibuk mempersiapkan pameran tunggal yang menjadi pertaruhan terbesar dalam karier seninya. 

Ketenangan yang ia bangun perlahan terusik ketika ia kembali bertemu Budi (Faiz Vishal), sahabat lamanya yang membawa kabar bahwa Mera akan segera menikah. Tak lama berselang, takdir mempertemukan Sadali kembali dengan Mera dalam situasi yang tak terduga, disusul perjumpaan canggung dengan Arnaza, mereka dua sosok dari masa lalu yang meninggalkan luka dan pertanyaan yang belum selesai.