Masuknya Sejumlah Tokoh Dinilai Tambah Peluang PSI Tembus Parlemen
Pendiri Cyrus Network, Hasan Nasbi, mengatakan peluang PSI tetap sangat bergantung pada kerja keras dan konsistensi partai dalam membangun struktur serta mesin politik. Menurutnya, kematangan PSI mulai terlihat dari dinamika internal hingga pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Makassar.
“Harus dibuktikan dengan kerja keras. Kalau mereka kerja keras, peluang itu ada. Dari Rakernas hari ini terlihat partai ini sudah lebih matang sebagai partai politik, dan tentu itu bisa menambah peluang untuk masuk parlemen,” kata Hasan, Jumat, 30 Januari 2026.
Meski demikian, Hasan mengingatkan bahwa menembus parlemen bukan perkara mudah. Pasalnya, sejak Pemilu 2014 belum ada partai politik baru yang berhasil lolos ke Senayan. Bahkan, dalam beberapa pemilu terakhir justru ada partai yang terdepak dari parlemen.
“Tantangan berproses sebagai partai itu tidak gampang. Sejak 2014 terakhir belum ada partai baru yang masuk parlemen. Yang ada malah partai keluar. Nah, itu tantangannya, bagaimana memecahkan telur,” ujarnya.
Terkait spekulasi bergabungnya Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke PSI, Hasan menilai hal tersebut akan memberikan dampak elektoral, meski bukan satu-satunya faktor penentu.
“Kalau Pak Jokowi bergabung, itu tentu akan menambah peluang,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep mengumumkan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) bergabung ke dalam partainya.
Pengumuman itu disampaikan Kaesang lewat acara Rakernas PSI di Hotel Claro, Makassar, Kamis, 29 Januari 2026. Kaesang awalnya menyampaikan pantun untuk menutup sambutan.
"Untuk menutup sambutan saya, saya ingin pantun. Ini pantun beneran, saya sudah siapkan semalam, nanti kalau sudah selesai, 'Gajah' gitu ya," kata Kaesang.