F1: The Movie Dinominasikan untuk Empat Kategori Oscar

F1: The Movie masuk nominasi untuk empat Piala Oscar—termasuk kategori paling bergengsi. Film ini bersaing di kategori Best Picture, Best Sound, Best Visual Effects, dan Best Editing.
Film blockbuster musim panas 2025 yang dibintangi Brad Pitt, Damson Idris, dan Javier Bardem ini mengisahkan kembalinya Soony Hayes (Pitt) ke Formula 1 untuk membalap bersama tim yang sedang kesulitan. Ketegangan memuncak antara Hayes dan rekan setimnya, Joshua Pierce (Idris), ketika keduanya berusaha membuktikan diri di lintasan.
Film ini tayang di bioskop pada 27 Juni dan kemudian meraup pendapatan US$631 juta secara global. Naskah dan penyutradaraannya ditangani Joseph Kosinski (Top Gun: Maverick, Oblivion, Tron: Legacy), dengan Jerry Bruckheimer (Days of Thunder, Armageddon, Pearl Harbor, National Treasure), Pitt, dan Lewis Hamilton sebagai produser.
"Dengan F1, Joe, Jerry, Brad, Lewis, dan seluruh tim kreatif menghadirkan sesuatu yang hanya mereka yang bisa—film balap paling autentik, visceral, dan menghibur yang pernah dibuat," ujar Jamie Erlicht, kepala Worldwide Video Apple.
Para pembuat film mendapat akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Formula 1 selama proses produksi, termasuk izin untuk melakukan pengambilan gambar di berbagai sirkuit.
Daftar Nominasi
Untuk kategori Best Picture, F1: The Movie akan bersaing melawan:
- Bugonia
- Frankenstein
- Hamnet
- Marty Supreme
- One Battle After Another
- The Secret Agent
- Sentimental Value
- Sinners
- Train Dreams
Untuk kategori Best Sound:
- Frankenstein
- One Battle After Another
- Sinners
- Sirāt
Untuk kategori Best Editing:
- Marty Supreme
- One Battle After Another
- Sentimental Value
- Sinners
Untuk kategori Best Visual Effects:
- Avatar: Fire and Ash
- Jurassic World: Rebirth
- The Lost Bus
- Sinners
Ajang Academy Awards ke-98 akan disiarkan pada Minggu, 15 Maret, mulai pukul 19.00 EST di ABC.
Catatan Motor1: F1: The Movie mungkin bukan film balap “hardcore” seperti yang kami harapkan, tetapi sulit menyangkal “magis” sinema yang membuat penonton serasa berada tepat di tengah aksi. Mungkin film ini bukan materi Best Picture, namun penciptaan adegan balap yang intens—dikompilasi dari beragam sumber, termasuk balapan sungguhan—menunjukkan seni penyuntingan, dengan efek visual yang menyatukan semuanya secara mulus.