IBCSD dan Business for Nature Perkuat Aksi Dunia Usaha-Pemerintah Lewat KIRANAS

Ilustrasi ekonomi hijau.
Ilustrasi ekonomi hijau.

Kemitraan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dan Business for Nature ditegaskan merupakan bagian dari inisiatif proyek untuk menjembatani kesenjangan antara ambisi global dan realitas nasional. Upaya ini merupakan bagian dari gerakan internasional untuk mendorong kolaborasi bisnis–pemerintah di bidang alam, mendukung pemerintah dalam mengimplementasikan Global Biodiversity Framework (GBF), serta membangun ekonomi yang tangguh dan nature-positive.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, IBCSD menggelar diskusi Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Rencana Aksi Bisnis (KIRANAS) pada 20 Januari 2026 di Jakarta. Gelaran ini menghimpun masukan terstruktur dari pelaku usaha lintas sektor prioritas untuk menguji, menyempurnakan, dan memvalidasi draf peta jalan dari perspektif implementasi dan investasi.

KIRANAS merupakan dokumen peta jalan implementasi yang dipimpin oleh dunia usaha, yang menerjemahkan komitmen keanekaragaman hayati nasional ke dalam aksi korporasi yang konkret, layak investasi, dan terukur. Draf dokumen ini disusun oleh sektor bisnis dengan masukan dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan, guna memastikan keselarasan dengan arah kebijakan nasional.

“KIRANAS merupakan langkah krusial dalam menerjemahkan komitmen biodiversitas Indonesia menjadi aksi nyata yang siap diimplementasikan oleh dunia usaha,” ujar Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD dikutip dari keterangnanya, Kamis, 22 Januari 2026.

“Melalui kemitraan denganBusiness for Nature, kami membangun peta jalan yang terstruktur agar perusahaan dapat melakukan lebih dari sekadar komitmen, yaitu dengan menyelaraskan strategi korporasi, keputusan investasi, dan praktik operasional dengan prioritas biodiversitas nasional serta kerangka global,” lanjut Indah.

Sementara itu, Trian Purnamasari, Senior Sustainability ESG, Corporate Communication PT Freeport Indonesia mengungkapkan, diskusi lintas sektor ini memberikan ruang diskusi yang sangat kaya. Di mana perusahaan melihat bahwa meskipun berbagai industri memiliki model tata kelola bisnis yang serupa, setiap sektor menghadapi skala urgensi yang berbeda dalam implementasi biodiversitas.

"Keberagaman perspektif ini memperkuat penyusunan business plan yang tidak hanya aplikatif secara komersial, tetapi juga responsif terhadap tantangan ekologis di tiap bidang industri,” ujar Trian.

Pallavi Kalita, Asia Lead Business for Nature, Conservation International APAC menegaskan, KIRANAS akan memberikan panduan praktis dan berorientasi pada aksi bagi dunia usaha untuk mempercepat aksi keanekaragaman hayati dan mengubah ambisi menjadi dampak nyata.

"Business for Nature bangga dapat bermitra dengan IBCSD dalam upaya yang penting dan mendesak ini,” tambahnya.

Inisiatif ini mendukung upaya Indonesia dalam menerjemahkan komitmen biodiversitas global ke dalam aksi nasional yang konkret, sejalan dengan implementasi Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.

IBSAP 2025–2045 menjadi rujukan utama nasional untuk memperkuat tata kelola biodiversitas di tingkat nasional, subnasional, dan global, melalui penguatan instrumen kebijakan, diplomasi lingkungan, koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas, serta kerja sama para pemangku kepentingan.

Kemitraan ini juga memanfaatkan momentum global pasca COP di Belém, Brasil, di mana integrasi aksi iklim dan alam semakin ditegaskan di tingkat internasional. Dengan memperkuat kolaborasi di tingkat nasional, inisiatif ini membantu menghubungkan komitmen global dengan aksi nyata di lapangan di Indonesia.