Yamaha Jadi Tim Terboros, Bikin Tiga Mesin Demi Fabio Quartararo
Yamaha memasuki babak baru dalam ajang MotoGP 2026. Mereka kini sudah sepenuhnya mengandalkan mesin V4 untuk motor Fabio Quartararo dan Alex Rins.
Sebuah langkah berani yang diambil oleh pabrikan berlambang garpu tala itu, demi terus memakai jasa El Diablo sampai musim depan.
Akan tetapi, fokus mereka tidak hanya tercurah pada dapur pacu baru. Yamaha turut dituntut menyiapkan motor untuk regulasi MotoGP 2027.
Otomatis dalam rentang tiga tahun belakangan, Yamaha harus beradaptasi cukup cepat dengan tiga konfigurasi mesin berbeda.

“Tahun lalu ada investasi yang sangat besar,” ungkap Massimo Meregalli, Sport Manager Yamaha Motor Racing & Team Director Monster Energy di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Tidak bisa dipungkiri, untuk melahirkan tiga mesin berbeda dalam waktu hampir bersamaan membutuhkan banyak investasi. Terutama dalam hal menggelontorkan dana.
Perlu diketahui, para skuad di MotoGP harus menyiapkan dana sekitar Rp 3,8 miliar hingga Rp 4,8 miliar untuk satu jantung pacu. Bisa dibayangkan berapa pundi-pundi yang digelontorkan Yamaha dalam beberapa musim terakhir.
Meregalli mengatakan, situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim mereka. Sebab fokus para insinyur serta pembalap terbagi-bagi.
Selain itu, Yamaha juga dituntut untuk bekerja secara maksimal serta sempurna. Sehingga bisa menemukan performa terbaik buat motor balap Alex Rins maupun Fabio Quartararo.
“Jadi tahun ini kami beralih dari tiga proyek paralel menjadi dua,” tuturnya.
Meski begitu, Yamaha memastikan seluruh jantung pacu yang dibuat sudah siap diandalkan oleh sang rider untuk bertarung di ajang balap para raja.
Diharapkan Fabio Quartararo serta Alex Rins tidak lagi tertinggal. Mampu bersaing dalam memperebutkan posisi terdepan.
“Mesin 850 cc sudah siap, kami akan mencoba untuk segera turun ke lintasan. Saya rasa tidak akan lebih dari dua atau tiga bulan lagi,” tegas Massimo Meregalli.
Ia pun mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Jadi para anggota tim Yamaha tidak bisa bersantai-santai.
Sebagai informasi, pada MotoGP 2027 motor balap para rider hanya boleh memiliki kapasitas mesin maksimal 850 cc.
Selain itu, sejumlah aspek turut dirombak. Semisal sisi aerodinamika dari kuda besi milik Quarararo sampai Marc Marquez.
Lalu Dorna juga melarang penggunaan perangkat ride height devices, teknologi yang berguna untuk mengatur tinggi rendahnya motor sepanjang balapan.

Tujuan dari keputusan tersebut diklaim, untuk membuat kuda besi para rider lebih aman selama berada di lintasan.
Pasalnya pengembangan aerodinamika dan ride height devices, dinilai membawa dampak negatif.
Terakhir, seluruh motor balap di MotoGP 2027, bakal menggunakan ban Pirelli. Tidak lagi menerima pasokan dari Michelin.