Prakiraan BMKG 19–26 Januari 2026: Hujan Masih Dominasi Bandung dan Jawa Barat

Puncak musim hujan, cuaca ekstrem, Prakiraan BMKG 19–26 Januari 2026: Hujan Masih Dominasi Bandung dan Jawa Barat, Mengapa cuaca Jawa Barat masih tidak stabil?, Bagaimana prakiraan cuaca Jawa Barat sepekan ke depan?, Apa pengaruh kondisi lokal di Bandung Raya?, Bagaimana prakiraan cuaca khusus Bandung Raya?, Apa dampak dinamika laut terhadap cuaca dan keselamatan?

 Cuaca di Kota Bandung dan sebagian besar wilayah Jawa Barat diprakirakan masih didominasi kondisi tidak stabil dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan masih cukup tinggi, terutama pada siang hingga malam hari, seiring masih aktifnya dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.

Berdasarkan analisis BMKG untuk periode 19–26 Januari 2026, wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya telah memasuki musim hujan.

Puncak musim hujan di wilayah ini bervariasi, mulai dari November 2025 hingga Maret 2026, sehingga potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Mengapa cuaca Jawa Barat masih tidak stabil?

BMKG menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor global, regional, hingga lokal yang berkontribusi terhadap tingginya curah hujan di Jawa Barat. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan memperkuat proses pembentukan awan hujan.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih sangat mendukung terjadinya hujan di berbagai wilayah.

"Terpantau adanya belokan angin dan konvergensi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di Jawa Barat," kata Teguh dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Pada skala regional, kondisi perairan di sekitar Jawa Barat masih menunjukkan suhu permukaan laut yang cukup hangat.

Kondisi ini berperan penting dalam meningkatkan penguapan dan suplai uap air ke atmosfer, sehingga memicu pembentukan awan hujan secara lokal.

Bagaimana prakiraan cuaca Jawa Barat sepekan ke depan?

BMKG memprakirakan bahwa dalam satu pekan ke depan, cuaca di Jawa Barat umumnya berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Hujan tersebut dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang, sore, hingga malam hari.

"Satu pekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari," ujarnya.

Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, kondisi ini dapat berubah dengan cepat seiring meningkatnya aktivitas awan konvektif pada siang hari.

Apa pengaruh kondisi lokal di Bandung Raya?

Secara lokal, wilayah Bandung Raya masih dipengaruhi oleh kelembapan udara yang cukup tinggi.

BMKG mencatat kelembapan udara berkisar antara 50–90 persen pada lapisan 850 milibar dan 700 milibar. Kondisi ini mendukung proses pembentukan awan hujan secara intensif.

Teguh juga menyebutkan bahwa hasil analisis pola angin menunjukkan dominasi angin baratan atau monsun Asia di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Pola angin ini membawa massa udara basah dari wilayah perairan menuju daratan.

BMKG mencatat suhu udara di Bandung Raya relatif sejuk. Suhu minimum berada pada kisaran 19–20 derajat Celcius, sementara suhu maksimum mencapai 30–32 derajat Celcius.

Berdasarkan data BMKG Bandung, suhu minimum terendah pada Januari 2026 tercatat sebesar 20,2 derajat Celcius, sedangkan suhu maksimum tertinggi mencapai 31,4 derajat Celcius.

Kondisi udara yang terasa lebih dingin dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Tutupan awan yang cukup banyak.
  • Pelepasan panas setelah hujan.
  • Konvergensi dan belokan angin yang menyebabkan kecepatan angin meningkat hingga sekitar 20 kilometer per jam.

Bagaimana prakiraan cuaca khusus Bandung Raya?

Untuk wilayah Bandung Raya, BMKG memprakirakan cuaca sepekan ke depan umumnya cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang. Suhu udara berkisar antara 20–31 derajat Celcius, dengan tingkat kelembapan 65–94 persen.

Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 5–19 kilometer per jam dengan dominasi arah angin barat. Kondisi ini masih berpotensi memicu hujan, terutama pada siang hingga malam hari.

"Kondisi cuaca wilayah Bandung Raya pada umumnya cerah berawan berpotensi hujan ringan hingga sedang," ujar Teguh.

Apa dampak dinamika laut terhadap cuaca dan keselamatan?

Selain prakiraan hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat. Gelombang tinggi diperkirakan terjadi pada periode 19–25 Januari 2026.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Barat diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpotensi mengganggu dan membahayakan aktivitas pelayaran, nelayan, serta wisata bahari.

"Peringatan dini waspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat," ucap Teguh.

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan tinggi gelombang dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan laut yang masih aktif, termasuk dominasi angin baratan atau monsun Asia di wilayah Jawa Barat. Sementara itu, tinggi gelombang di perairan utara Jawa Barat diprakirakan lebih rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.

"Untuk keamanan dan kenyamanan sebelum melakukan kegiatan wisata dan sebelum beraktivitas di luar ruangan, silakan mengecek informasi cuaca dari BMKG secara berkala," ucap Teguh.

Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Prakiraan Cuaca Bandung dan Jabar Sepekan ke Depan: Waspada Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang