Situasi Memanas, Sejumlah Negara Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran
Sejumlah negara di Eropa, termasuk Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol telah mengimbau warganya untuk meninggalkan Iran karena kekhawatiran keamanan ketika aksi protes anti-pemerintah terus berlanjut di negara itu.
Sekitar 600 warga Italia berada di Iran, sebagian besar di Teheran, kata Kementerian Luar Negeri Italia dalam pernyataannya. Disebutkan, Italia "dengan tegas mengimbau kembali warga Italia di Iran untuk meninggalkan negara itu."
Imbauan serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Polandia di platform X. Warga negara itu disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran.
Jerman juga memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Iran dan mendesak mereka yang sudah berada di sana untuk segera meninggalkan negara itu.
"Ada risiko penangkapan sewenang-wenang," kata Kedutaan Besar Jerman di Teheran dalam pernyataannya.
Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan situasi di Iran dan kawasan sekitarnya sangat tidak stabil. Warga Spanyol yang berada di Iran diminta meninggalkan negara itu melalui sarana yang tersedia.
Iran telah diguncang gelombang protes sejak 28 Desember akibat anjloknya nilai tukar mata uang rial dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian meluas ke sejumlah kota lain.
AS Peringatkan Warganya Tinggalkan Iran
Sebelumnya, Kedutaan Besar AS virtual untuk Iran memperingatkan warga Amerika pada Senin untuk segera meninggalkan negara itu menyusul kerusuhan yang terus meningkat.
"Tinggalkan Iran sekarang," kata kedutaan dalam peringatan keamanan, mendesak warga negaranya untuk merencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan dari pemerintah AS.
"Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya," tambah pernyataan itu.
Peringatan tersebut mendesak warga AS di Iran untuk mengantisipasi pemadaman internet yang berkelanjutan, merencanakan cara komunikasi alternatif, dan, "jika aman dapat mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki."
Sementara itu bagi, warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran, kata kedutaan, menambahkan bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan warga negara ganda hanya sebagai warga negara Iran.
"Menunjukkan paspor AS atau hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang," katanya