Tak Hanya Dipangkas, Purbaya Bakal Setop Anggaran K/L yang Penyerapannya Lambat

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengancam bakal menyetop anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang lamban dalam melakukan penyerapan anggarannya.

"Kalau mereka enggak belanjain, gue potong aja anggarannya," kata Purbaya di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.

Dia mengaku tak memahami apa yang membuat belanja pemerintah pusat dan daerah terkesan lambat. Hal ini diakuinya sudah berlangsung lama, bahkan saat Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan Pelayanan Publik (UKP4) masih ada.

Karenanya, Purbaya menegaskan bahwa kini dirinya akan turun langsung guna memantau serapan anggaran, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. "Kalau enggak ada yang jalankan itu (fungsi UKP4), ya saya jalankan sendiri dari tempat saya. Saya lebih berkuasa lagi," ujarnya.

Purbaya bahkan menyentil langsung para institusi pemerintahan yang kerap meminta anggaran, namun realisasi penyerapannya selalu tidak optimal. Dia menduga, hal itu karena banyak dari pengelola anggaran di berbagai institusi kurang paham bagaimana mengatur manajemen anggaran.

"Entah mereka belum memahami cara membelanjakan tepat waktu, atau mereka belum memahami me-manage anggaran yang baik," kata Purbaya.

Karenanya, Purbaya memastikan bahwa tahun ini pihaknya akan menerjunkan tim untuk turun langsung dan berdialog dengan para K/L baik di pemerintah pusat maupun pemda, guna memperbaiki kualitas belanja mereka di lembaganya masing-masing.

"Tahun ini saya akan kirim orang-orang dari Kementerian Keuangan untuk diskusi dengan mereka, supaya mereka lebih bagus lagi belanjanya di daerah. Tapi bukan daerah aja, pusat juga akan kita lakukan hal yang sama," kata Purbaya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Saat wacana itu diungkapkannya, Purbaya mengaku bahwa banyak respons dari berbagai pemangku kepentingan yang ingin menemuinya guna membahas mengenai rencana tersebut.

"Begitu mereka dengar saya ngomong itu, mau ketemu saya sekarang. Menteri-menteri minta anggaran ditambah. Padahal belanjanya belum tentu baik, belum tentu sesuai dengan yang ditargetkan," ujarnya.