Ismed Sofyan Soroti Mental Persija usai Tumbang dari Persib: Enggak Greget, Gak Ada Nyalinya!

Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan
Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan

 Legenda hidup Persija Jakarta, Ismed Sofyan, meluapkan kekecewaannya usai Macan Kemayoran takluk dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu, 11 Januari 2026.

Mantan kapten yang lama menjadi simbol militansi tim itu menilai penampilan Persija jauh dari karakter yang seharusnya muncul dalam pertandingan sekelas el clasico.

Menurut Ismed, masalah Persija tidak berhenti pada aspek teknis atau strategi di lapangan. Ia menyoroti faktor mental yang dinilainya rapuh, terutama dalam hal keberanian dan semangat untuk memenangkan pertandingan.

Pemain Persija Jakarta, Bruno Tubarao menerima kartu merah

Ismed bahkan menilai para pemain tampil tanpa urgensi. Dalam pandangannya, laga yang seharusnya dimainkan dengan determinasi tinggi justru berjalan datar dari sisi Persija.

“Enggak ada ngototnya, enggak ada gregetnya, keinginan menangnya enggak ada. Sekarang Persija enggak ada nyalinya,” ujar Ismed, dikutip dari Instagram Jakonline01.

Pernyataan tersebut menegaskan kekecewaan mendalam Ismed terhadap Rizky Ridho cs.. Ia menilai mentalitas seperti itu tidak sejalan dengan makna derby yang selama ini identik dengan pertaruhan harga diri dan kebanggaan klub.

Kritik Ismed bahkan mengarah pada persoalan komitmen. Ia menilai, jika kehadiran pemain hanya sebatas menggugurkan kewajiban bertanding, maka Persija seharusnya memberi kesempatan kepada pemain muda akademi yang dinilai memiliki motivasi lebih besar.

“Kalau datang ke sana hanya untuk menggugurkan kewajiban, mendingan bawa anak akademi aja,” ucapnya.

Di sisi lain, Persib Bandung justru keluar sebagai pihak yang memetik keuntungan maksimal dari laga tersebut. Kemenangan 1-0 atas Persija memastikan Maung Bandung menutup paruh pertama Super League 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen.

Sejatinya pertandingan tersbeut berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Gol cepat Beckham Putra pada menit kelima menjadi penentu hasil akhir sekaligus membungkam Persija di hadapan Bobotoh.

Bagi Persib, kemenangan ini tidak hanya bernilai tiga poin. Hasil tersebut juga memiliki makna simbolis karena diraih atas Persija, rival klasik yang selalu menjadi tolok ukur supremasi di sepak bola nasional.

Tambahan poin penuh membuat Persib mengoleksi 38 poin dari 17 pertandingan. Mereka naik ke puncak klasemen, menggusur Borneo FC yang pada pekan yang sama harus menelan kekalahan dari Persita.

Persib kini unggul satu poin atas Borneo FC di posisi kedua. Sementara Persija harus tertahan di peringkat ketiga dengan raihan 35 poin. Dengan komposisi tersebut, Persib resmi menyandang status juara paruh musim Super League 2025/2026.

Kompetisi Super League akan kembali bergulir pada pekan ke-18 mulai 23 Januari 2026. Pada laga lanjutan itu, Persib dijadwalkan menghadapi PSBS Biak. Status juara paruh musim menjadi bekal penting bagi Maung Bandung untuk menatap putaran kedua dengan kepercayaan diri tinggi.