Satu Kekesalan Ronald Koeman Usai Belanda Tumbang dari Aljazair

FIFA Matchday, Belanda vs Aljazair, Ronald Koeman, Timnas Belanda, Piala Dunia 2026, Satu Kekesalan Ronald Koeman Usai Belanda Tumbang dari Aljazair

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Timnas Belanda justru mendapat hasil yang kurang meyakinkan setelah takluk 0-1 dari Aljazair dalam laga uji coba di Stadion De Kuip, Rotterdam, Rabu (4/6/2026).

Kekalahan pada laga FIFA Matchday Belanda vs Aljazair tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi pelatih Ronald Koeman.

Timnas Belanda sebenarnya mendominasi sebagian besar pertandingan dengan menciptakan 17 upaya ke gawang dengan enam mengarah tepat sasaran, Oranje juga mencatatkan 26 sentuhan di kotak penalti Aljazair dan menciptakan tiga peluang berkategori big chance.

Namun, Virgil van Dijk dkk gagal mengubah dominasi menjadi gol.

Gol tunggal Anis Hadj Moussa pada menit-menit akhir membuat Aljazair pulang dengan kemenangan, sekaligus merusak laga perpisahan Belanda sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk menjalani Piala Dunia 2026.

Koeman menilai timnya seharusnya mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan jika lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Koeman Kritik Penyelesaian Akhir dan Agresivitas Tim

Seusai pertandingan, Koeman tidak menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap performa tim.

Menurut dia, timnas Belanda memiliki cukup peluang untuk mengunci kemenangan jauh sebelum Aljazair mencetak gol penentu.

"Saya sangat benci kalah. Anda harus memenangkan pertandingan seperti ini ketika mendapatkan empat atau lima peluang besar," kata Koeman kepada NOS.

peluang itu bisa dikonversi menjadi gol, pertandingan akan menjadi jauh lebih mudah. Seharusnya tidak menjadi masalah. Namun pada babak kedua kami bermain lebih buruk. Kami kurang agresif dan terlalu baik kepada lawan," lanjutnya.

Pelatih berusia 63 tahun itu juga menyoroti performa Donyell Malen yang beberapa kali gagal memanfaatkan kesempatan di depan gawang.

Donyell Malen Akui Tampil Tidak Maksimal

Malen menjadi salah satu pemain yang paling banyak mendapat sorotan dalam pertandingan tersebut.

Penyerang yang mencatatkan 14 gol dari 18 start saat dipinjamkan ke AS Roma pada paruh kedua Serie A musim lalu tersebut sempat membentur mistar gawang dan menyia-nyiakan dua peluang terbuka yang berpotensi membawa Oranje unggul lebih dulu.

Koeman menilai Malen seharusnya mampu mencetak setidaknya satu gol dari peluang yang diperolehnya.

"Ia seharusnya bisa mencetak minimal satu gol. Biasanya dia mampu melakukannya," ujar Koeman.

Malen pun mengakui dirinya tidak tampil optimal di depan gawang lawan.

"Tentu saja sebagai penyerang Anda ingin mencetak gol. Kami menciptakan cukup banyak peluang, tetapi hari ini bola tidak masuk," kata Malen.

"Itu bagian dari kehidupan seorang penyerang. Pada peluang terbaik saya, posisi tubuh tidak ideal dan saya tidak mengenai bola dengan sempurna. Saya juga tidak melihat rekan yang berada di samping. Jika melihat mereka, mungkin saya akan memberikan umpan," lanjutnya.

Belanda Masih Punya Satu Ujian Sebelum Piala Dunia

Kekalahan dari Aljazair menambah tekanan terhadap Belanda menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.

Oranje masih memiliki satu pertandingan pemanasan lagi melawan Uzbekistan di New York sebelum memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Koeman untuk memperbaiki performa tim sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain.

Belanda akan memulai kiprah mereka di Grup F Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Jepang pada 14 Juni mendatang.

Timnas Belanda telah berpartisipasi di 11 babak utama Piala Dunia. Namun, Oranje memegang rekor tak diinginkan sebagai tim yang paling banyak memasuki final (tiga kali) tanpa menjadi juara.

Mereka mencapai laga pamungkas pada Piala Dunia 1974, 1978, dan 2010.

Belanda menembus perempat final Piala Dunia 2022 sebelum kalah dari Argentina pada laga panas bertajuk Pertempuran Lusail di mana wasit Antonio Mateu Lahoz mengeluarkan 18 kartu kuning dan 1 kartu merah, sebuah rekor di turnamen FIFA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang