Fiorentina Vs AC Milan: Rossoneri Dibayangi Penyakit Telat Panas
AC Milan tidak hanya sering kesulitan saat menghadapi tim-tim kecil, tetapi juga menghadapi masalah lain dalam dua bulan terakhir.
Saat ini, Milan sudah kehilangan banyak poin, terutama ketika bertemu lawan yang seharusnya bisa mereka kalahkan.
Dalam ajang Liga Italia, I Rossoneri telah mengalami kekalahan dari Cremonese dan menelan hasil imbang kala melawan Pisa, Parma, Sassuolo, serta Genoa.
Hasil-hasil tersebut membuat mereka kehilangan 11 poin. Dalam deretan laga itu, Rossoneri hanya mengumpulkan 4 poin dari 5 pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan.
Akibatnya, Milan ararhan Massimiliano Allegri ini tidak berada di posisi teratas klasemen Serie A, meski mereka merupakan tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit di liga.
Saat ini, Allegri dihadapkan pada masalah baru, karena Milan sering terlambat panas dalam pertandingan.
Rafael Leao dibayangi oleh Morten Thorsby dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 8 Januari 2025. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)
Milan Kesulitan Tampil Bagus di Babak Pertama
Sejak bulan November, Il Diavolo Rosso kesulitan tampil maksimal di babak pertama, dan baru menunjukkan performa baik setelah jeda.
Dari 8 pertandingan antara November hingga Januari, Milan hanya sekali unggul saat istirahat. Sebagian besar laga berakhir dengan skor 0-0 atau malah tertinggal di babak pertama.
Data permainan menunjukkan fakta ini, di mana Milan mencatatkan 98 tembakan di 45 menit pertama, namun meningkat menjadi 159 tembakan di babak kedua.
Situasi ini juga diakui oleh Adrien Rabiot, gelandang yang menjadi andalan Allegri.
"Kami seharusnya lebih baik di babak pertama terutama di depan gawang," ujar Rabiot kepada Sportmediaset setelah hasil imbang 1-1 melawan Genoa.
"Kami bermain lebih baik di babak kedua, sayangnya tidak berhasil menang."
"Kami hampir kalah di akhir pertandingan, itu seharusnya tidak terjadi."
Cuma Bermain Bagus 50 Menit
"Tim mempunyai waktu untuk menciptakan peluang, kami menggenggam pertandingan itu di tangan sendiri, kami harus melakukan lebih baik dalam situasi-situasi tertentu."
"Kami selalu bilang kepada diri sendiri untuk memulai pertandingan dengan baik. Terkadang kami tidak memiliki mentalitas itu."
"Kami memang tampil lebih bagus di babak kedua tetapi tim tidak bisa hanya bermain 50 menit di setiap pertandingan."
"Kami terus memperbaiki diri dalam hal ini, dalam hal mentalitas. Hari ini kami menciptakan banyak di babak kedua tetapi itu tidak cukup," tutur gelandang asal Perancis itu.
Di pertandingan selanjutnya, AC Milan akan bertemu Fiorentina di kandang lawan pada Minggu (11/1/2026).
Fiorentina saat ini berada di dasar klasemen, dan bisa jadi mereka akan mengulangi apa yang dilakukan tim-tim sebelumnya yang mengalahkan Milan.
Fiorentina juga menjadi tantangan bagi Milan terkait masalah terlambat panas. Sebab, dalam 4 pertemuan terakhir di Serie A, I Rossoneri tidak pernah unggul atas La Viola di babak pertama.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang