VW Kritik Kampanye EV Global: Biar Laku, Mobil Bensin Harus Dibatasi
Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW), mengkritik kampanye mobil listrik yang selalu digembar-gemborkan dunia. Sebab, menurut mereka, transisi ke kendaraan nonemisi tersebut harus dimulai dari 'membunuh' mobil bensin.
Misalnya, pemerintah Britania Raya (UK) yang membuat kebijakan ICE Bans atau pelarangan mobil bensin secara total pada 2030. Kemudian Singapura yang mengambil langkah serupa pada 2040 dan Jepang pada 2035.
VW heran, mengapa untuk meningkatkan penjualan mobil listrik harus 'membunuh' mobil bensin lebih dulu. Padalah, bakal lebih bijak jika konsumen diberikan kebebasan dalam memilih.
"Inilah mengapa saya membenci diskusi tentang larangan mobil ICE (mesin pembakaran internal) di masa depan," kritik Martin Sander selaku Dewan Direksi Pemasaran dan Purna Jual VW, dikutip dari Carscoops, Selasa (9/6).
"Semua orang hanya berbicara tentang larangan ICE. Bagaimana Anda meyakinkan pelanggan tentang teknologi baru jika Anda hanya berbicara tentang 'kapan mobil bensin tak boleh lagi dijual', kendaraan yang telah ada sejak beberapa dekade terakhir," tambahnya.

Volkswagen Center Singapore. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
Sander percaya, seiring berjalannya waktu, makin banyak pelanggan yakin membeli kendaraan listrik jika hambatan kepemilikan, seperti peningkatan infrastruktur pengisian daya, dihilangkan.
"Mari kita bicarakan apa yang perlu kita lakukan untuk benar-benar meyakinkan pelanggan: infrastruktur pengisian daya; bicarakan secara positif tentang keunggulan kendaraan listrik, dan mungkin lakukan sesuatu terkait harga energi," ungkapnya.
Secara sederhana, Sander menekankan, dunia memang mengarahkan industri beralih dari mobil bensin ke mobil listrik. Itulah mengapa, jangan heran, jika populasi kendaraan konvensional tersebut mengalami penyusutan ekstrem di masa depan.
"(Penjualan mobil bensin hanya akan tersisa) tiga, empat atau lima persen pada 2035," kata dia.