Ibrahima Konate Buka Suara di Tengah Hujan Kritik Usai Laga Memalukan Liverpool
Bek Liverpool, Ibrahima Konaté, akhirnya angkat bicara setelah mendapat kritik keras akibat performanya musim ini. Meski musim lalu membawa Liverpool juara Premier League, tim asuhan Arne Slot kini tampil bagai tim yang berbeda di musim 2025/26.
Kekalahan terakhir 4-1 dari PSV di Anfield menambah deretan tiga kekalahan beruntun The Reds di Liga Champions. Dalam semua kekalahan tersebut, gawang mereka dibobol tiga gol atau lebih, membuat lini belakang mendapat sorotan tajam. Di antara para bek Liverpool, Konaté menjadi sasaran utama kritik.
Melalui akun media sosialnya, bek berusia 26 tahun itu menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya harus “berjuang untuk kembali ke performa terbaik”. Pernyataan emosionalnya berbunyi:
"Kita harus menghadapi momen ini dengan kepala tegak. Kritik adalah bagian dari sepakbola, dan kami akan terus berjuang melewati badai ini. Di saat-saat seperti ini, suporterlah yang paling berarti. Mereka yang tetap berdiri bersama kami di saat baik maupun burukyang tetap bernyanyi untuk kami di momen-momen sulit! Dukungan kalian sangat berarti bagi kami. Kami tahu harus memperbaiki performa, dan kami akan terus berjuang untuk kalian. Selalu."
Saat ini, Liverpool berada di peringkat 12 Premier League, dengan enam kemenangan dan enam kekalahan. Di Liga Champions, performa mereka juga naik turun, duduk di posisi 13 dengan tiga kemenangan dan dua kekalahan dari lima pertandingan.
Pernyataan Konaté muncul di tengah kritik yang meluas, salah satunya dari Jamie Carragher, legenda Liverpool. Usai kekalahan dari PSV, Carragher bahkan menyarankan bahwa Slot seharusnya dipecat karena tetap menurunkan Konaté.
Dalam laga itu, Konaté melakukan kesalahan fatal saat PSV mencetak gol ketiga, gagal mengantisipasi bola yang dimanfaatkan Couhaib Driouech menjadi gol 3-1. Saat menyaksikan kejadian itu, Carragher terdengar berkata:
"Oh my God, Konaté! Oh my God Konaté. Lihat Konaté di sini, oh my God!"
Carragher menambahkan: "Saya sudah muak. Konaté, itu kesalahan yang bisa membuat pelatih dipecat karena tetap memainkannya. Seharusnya dipecat karena itu."
Ini bukan pertama kalinya Carragher menyorot performa Konaté. Usai kemenangan 4-2 Liverpool atas Bournemouth di awal Premier League, ia menilai sang bek punya malam yang “sangat buruk”. Kritik tajam Carragher sempat diperdebatkan, hingga Matt Le Tissier menyarankan agar Konaté diberi “sedikit kelonggaran”.
Konaté akan habis kontrak musim panas ini dan telah lama dikaitkan dengan kemungkinan transfer gratis ke Real Madrid. Rumor ini tentu menambah tekanan dari fans, apalagi performanya saat ini jauh dari kata memuaskan.