2 Tudingan Amerika yang Jadi Alasan Serang Venezuela dan Tangkap Maduro
Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026).
Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, dalam penggerebekan tengah malam di Ibu Kota Caracas.
Berdasarkan klaim pihak AS, operasi militer di Venezuela berlangsung singkat, tetapi intens, dengan target utama penangkapan Maduro.
Lantas, apa alasan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?
Alasan AS serang Venezuela
Serangan AS ke Venezuela dan penangkapan Maduro didasarkan pada tuduhan bahwa Venezuela menjadi jalur transit kokain dan penyebab gelombang migrasi besar ke AS.
1. Gelombang migrasi
Dilansir dari , Minggu (4/1/2025), salah satu motif serangan AS terhadap Venezuela adalah masalah gelombang migrasi.
Trump menuding Venezuela sebagai asal dari gelombang migran yang memadati perbatasan selatan AS dalam beberapa tahun terakhir.
Dilaporkan, sejak krisis ekonomi melanda Venezuela pada 2013, sekitar delapan juta warganya meninggalkan kampung halamannya dan mayoritas menuju negara-negara tetangga di Amerika Latin.
Bahkan Trump juga mengeklaim, tanpa menyertakan bukti, bahwa pemerintahan Maduro membebaskan para tahanan dan pasien rumah sakit jiwa untuk dikirim ke AS sebagai bagian dari skema migrasi massal.
Namun, Pemerintah Venezuela membantah keras tudingan tersebut dan menyebut pernyataan Trump sebagai fitnah tak berdasar.
2. Venezuela jalur transit utama kokain
Alasan kedua, Trump menuding Venezuela menjadi jalur transit utama dalam penyelundupan kokain, serta berperan dalam krisis fentanil yang menewaskan ribuan warga AS.
Dalam konteks itu, AS menetapkan dua kelompok kriminal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai Organisasi Teroris Asing.
Bahkan Nicolas Maduro juga dituduh menjadi pemimpin langsung dari kelompok Cartel de los Soles.
Selain itu, Trump juga menuding Venezuela berkontribusi terhadap krisis fentanil yang melanda Amerika Serikat.
Namun, Caracas kembali membantah tudingan tersebut dan menyebut itu sebagai dalih AS untuk menguasai cadangan minyak Venezuela.
Bagaimana kronologi penangkapan Maduro?
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam pertemuan di Eurobuilding Hotel, Caracas, 14 November 2025.
Pada momen penangkapan Presiden Maduro, warga ibu kota Venezuela, Caracas, dikejutkan oleh dentuman keras disertai suara pesawat yang terbang rendah pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.
Dari kejauhan, terlihat nyala api dan asap pekat mengepul ke langit. Kegelapan dini hari berubah menjadi merah menyala, menandai awal serangan AS ke Venezuela.
Dikutip dari , Minggu (4/1/2026), dalam operasi tersebut, Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap pasukan elite AS di kamarnya saat sedang tidur.
Beberapa jam setelah kejadian itu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa AS telah melancarkan operasi militer berskala besar ke Venezuela dan menangkap Maduro.
Trump juga mengonfirmasi bahwa setelah itu, Maduro dan istrinya dibawa menggunakan kapal USS Iwo Jima menuju New York.
Pemerintah Venezuela menilai serangan yang dilakukan AS merupakan bentuk intervensi militer yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Maduro demi menguasai kekayaan minyak negara.
Dan tudingan yang dilontarkan AS dinilai sebagai upaya mempolitisasi perang melawan narkoba demi menggulingkan pemerintahan Caracas.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang