Kisah Pedagang Kue Pasar Lemahabang Selamatkan Dagangan di Tengah Kobaran Api

Kebakaran, Kisah Pedagang Kue Pasar Lemahabang Selamatkan Dagangan di Tengah Kobaran Api

Pasar Tradisional Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kebakaran pada Selasa (30/12/2025) malam.

Diduga api yang berasal dari bagian tengah pasar dengan cepat membesar dan menjalar ke segala arah, melahap bangunan kios-kios pedagang.

Kebakaran hebat ini memicu kepanikan para pedagang.

Banyak yang berlarian histeris, bahkan beberapa nyaris pingsan melihat kios tempatnya mencari uang habis terbakar.

Beberapa pedagang tampak memaksakan diri masuk ke dalam pasar, menerobos bahaya, demi menyelamatkan barang dagangan, seperti dilaporkan , Rabu (31/12/2025).

Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dengan total 45 petugas berdatangan ke lokasi.

Mereka fokus ke empat titik utama, terutama di area tengah pasar yang menjadi pusat kobaran api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendar mengatakan, kebakaran hebat ini diduga dipicu korsleting listrik setelah jaringan listrik pasar tersambar petir.

Peristiwa itu terjadi saat hujan lebat disertai petir yang melanda wilayah Lemahabang sejak Selasa siang hingga malam.

"Ini dugaan sementara ya, karena seluruh petugas masih pendinginan. Dugaan berawal dari sambaran petir yang diduga mengenai jaringan listrik di area pasar, kemudian menimbulkan percikan api yang dengan cepat merambat karena banyak material mudah terbakar," kata Dadang saat ditemui di lokasi kejadian.

Hingga Selasa malam, petugas masih melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.

Meski hampir 50 persen area pasar terdampak kebakaran, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Sedangkan kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan pihak terkait.

Tangis pedagang kue Pasar Lemahabang

Salah satu pedagang yang kiosnya nyaris terbakar habis adalah Oman Rohman (50), yang setiap harinya, selama bertahun-tahun, menjajakan kue di Pasar Lemahabang.

Dilansir dari Tribunnews, Oman mengaku kobaran api sudah sangat besar saat ia datang ke lokasi.

“Oh, kondisinya sudah setengah, sudah mau habis semua. Dari belakang tadi sudah habis. Iya, pas mau dekat warung saya itu,” ujar Oman, Selasa (30/12/2025) malam.

Saat kejadian, Oman tidak berada di pasar. Ia baru mengetahui adanya kebakaran setelah diberi tahu oleh keluarganya, dan ia pun segera melesat ke lokasi.

“Saya dikabari sudah besar apinya sama kakak saya,” ucapnya.

Kios yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya berada tak jauh dari pusat kobaran api.

Oman memperkirakan area yang terbakar cukup luas dengan kios yang terdampak mencapai ratusan unit.

“Ada berapa blok ya, kira-kira delapan blok. Ya, ada ratusan kios, ada,” katanya.

Setiba di lokasi, dan sebelum seluruh kios terlahap api, Oman dan beberapa orang sempat menyelamatkan beberapa barang kiriman yang baru datang di pagi harinya. 

“Yang tadi pagi belanja itu, baru datang. Alhamdulillah ada teman-teman anak saya, jadi bisa diselamatkan. Kalau yang kemarin-kemarin sudah enggak bisa,” ucap Oman.

Ia mengaku masih sempat membawa keluar sebagian barang sebelum api mendekat ke kiosnya.

“Iya, alhamdulillah,” jelas dia, lirih.

Menurut kesaksian pedagang lain, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat aktivitas pasar mulai lengang dan sebagian pedagang bersiap menutup kios.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang