Seperti Apa Konsep Work From Mall yang Dicanangkan Pemerintah? Ini Penjelasannya
Libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru sering memengaruhi mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan liburan maupun belanja. Di sisi lain, tren kerja fleksibel di Indonesia juga semakin berkembang, sehingga muncul peluang untuk mengintegrasikan aktivitas kerja dengan ruang publik.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan pemerintah adalah konsep Work From Mall (WFM), sebagai bagian dari kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Seperti Apa Konsep Work From Mall?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Work From Mall (WFM) merupakan program yang mendorong penggunaan pusat perbelanjaan sebagai ruang kerja alternatif. Konsep ini dirancang untuk mendukung ekonomi digital dan gig economy, yang melibatkan pekerja lepas dan sektor digital.
Mall dipilih karena memiliki fasilitas yang dibutuhkan pekerja fleksibel, seperti konektivitas internet, sumber listrik, ruang kerja yang nyaman, dan layanan penunjang lain.
Program Work From Mall akan dikembangkan secara bertahap di sejumlah provinsi dengan dukungan pemerintah daerah dan perusahaan teknologi. Pemerintah provinsi, termasuk DKI Jakarta, yang telah menyiapkan anggaran untuk mendukung implementasi konsep ini.
Menurut Airlangga, konsep ini sejalan dengan kebutuhan pelaku gig economy dan dapat meningkatkan interaksi antara aktivitas kerja dan penggunaan fasilitas publik di pusat perbelanjaan.
Kebijakan ini disambut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Ia menilai bahwa kebijakan Work From Mall yang dikembangkan dari Work From Anywhere dapat mendukung pergerakan masyarakat selama periode libur.
“Kami mendukung penuh kebijakan WFA. Langkah ini merupakan solusi strategis untuk mengombinasikan suasana libur Natal dan Tahun Baru dengan tetap menjaga produktivitas kerja secara profesional,” kata Widiyanti di Jakarta, baru-baru ini.
Pemerintah berharap program ini mendorong penggunaan mall sebagai ruang kerja alternatif, terutama bagi pekerja digital dan pelaku gig economy. Fasilitas yang tersedia di mal dianggap mendukung kebutuhan pekerja, mulai dari akses internet, ruang kerja nyaman, hingga layanan tambahan seperti minuman kopi.
Melalui konsep ini, pekerja tetap dapat melakukan aktivitas kerja tanpa harus berada di kantor konvensional, sementara mall tetap berfungsi sebagai ruang publik multifungsi. Bagaikan menurut Anda?