Intip Strategi Baru Kepolisian Atasi Macet di Puncak Bogor
Kepolisian gandeng joki di kawasan Puncak, Bogor untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi khususnya saat libur panjang. Hal ini mereka lakukan agar lalu lintas bisa lebih mengalir.
Pasalnya selama ini para joki justru memicu persoalan baru di lapangan. Karena kendaraan yang mereka arahkan justru membuat titik-titik kemacetan baru.
Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap praktik pelepasan kendaraan menyebabkan perpotongan arus lalu lintas. AKibatnya malah mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Guna mengatasi hal tersebut, Polres Bogor bersama Polda Jawa Barat kini menjadikan joki sebagai bagian dari pengamanan yang terkoordinasi. Sehingga titik-titik pelepasan bisa berkurang.

"Pak Kapolres beserta jajarannya menjadikan mereka sebagai sukarelawan. Sehingga bisa membantu kami untuk mengatur jalan," ujar Rudi.
Ia menegaskan supeltas kini tidak lagi mengutamakan pemberian uang dari pengguna jalan, melainkan membantu pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.
"Jadi tidak lagi mementingkan pemberi uang. Ini juga dikasih insentif sama kita dan mereka membantu pelaksanaan tugas kami," katanya.
Kapolda menyebut sebanyak 60 orang supeltas dilibatkan dalam pengaturan lalu lintas di kawasan Puncak dengan diberikan rompi sebagai tanda pengenal agar keberadaannya jelas di lapangan.
"Enam puluh orang, kita kasih rompi supaya tandanya jelas dan kita arahkan mereka untuk kontribusi," ujar Rudi.
Alami Peningkatan Jumlah Kendaraan
Perlu diketahui bahwa pada libur Natal dan tahun baru 2026, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Puncak diperkirakan bakal naik. Bahkan pada Jumat (26/12), rata-rata arus lalu lintas mencapai 2.000 kendaraan per jam.
Peningkatan tersebut terpantau sejak 20 Desember 2025 berdasarkan hasil pemantauan jajaran kepolisian di Pos Polisi Gadog.
“Hingga Jumat siang hari jumlah mobil serta motor yang masuk kawasan Puncak sudah sekitar 15 ribu. Pergerakan rata-rata kurang lebih 2.000 kendaraan setiap jam,” tambah Rudi.

Lalu lintas didominasi kendaraan dari arah Jakarta dan sejumlah daerah lain. Meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun menjadi faktor utama terjadinya kepadatan di jalur wisata tersebut.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Polda Jawa Barat bersama Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Termasuk pemberlakuan sistem buka-tutup jalur sesuai kondisi di lapangan.