1.300 Penerbangan di AS Dibatalkan Akibat Badai Salju
Cuaca ekstrem yang melanda Amerika Serikat saat Hari Natal memicu gangguan besar pada perjalanan udara, dengan ribuan penerbangan tertunda dan dibatalkan ketika ratusan pelancong berusaha pulang usai liburan, seperti USA Today, Sabtu, 27 Desember 2025.
Wilayah Midwest Atas, Timur Laut, hingga Atlantik Tengah mengalami “Natal putih” akibat kombinasi salju, hujan beku, dan hujan es. Badan Layanan Cuaca Nasional memperingatkan, sistem cuaca kedua diperkirakan kembali membawa kondisi musim dingin ekstrem dan potensi tambahan beberapa inci salju pada akhir pekan.
Hujan salju lebat diperkirakan akan terjadi di sebagian wilayah New York, Pennsylvania bagian timur, New Jersey, Connecticut, Massachusetts bagian barat, dan Rhode Island. Prakiraan cuaca juga memperingatkan bahwa curah salju di New York bisa mencapai hingga 10 inci, dengan peringatan badai musim dingin berlaku di seluruh wilayah tersebut.
Sementara itu, wilayah California Selatan menghadapi kondisi yang berlawanan. Aliran atmosfer membawa curah hujan bersejarah yang memicu banjir di jalan-jalan utama, pemadaman listrik massal, serta tanah longsor. Sejumlah kota, termasuk Los Angeles, Burbank, dan Santa Barbara, mencatat curah hujan tertinggi yang memecahkan rekor tepat pada hari libur Natal.
Dampak cuaca ekstrem tersebut terasa signifikan di sektor penerbangan. Hingga pukul 13.30 waktu setempat (ET) pada 26 Desember, lebih dari 4.000 penerbangan di Amerika Serikat tercatat mengalami keterlambatan, sementara lebih dari 1.300 penerbangan dibatalkan, berdasarkan data situs pelacakan FlightAware.
Tiga bandara utama di kawasan New York menjadi yang paling terdampak. Bandara Internasional John F. Kennedy menyumbang sekitar 22 persen dari total pembatalan penerbangan keberangkatan, disusul Bandara Internasional Newark Liberty sebesar 17 persen dan Bandara LaGuardia sekitar 18 persen.
Di tengah kekacauan jadwal penerbangan, Departemen Perhubungan AS mengingatkan hak-hak penumpang. Penumpang yang penerbangannya dibatalkan berhak menerima pengembalian dana penuh apabila memilih tidak melanjutkan perjalanan, tanpa kewajiban menerima kredit atau voucher dari maskapai.
Bagi penumpang yang tetap melanjutkan perjalanan, maskapai wajib menyediakan pemesanan ulang tanpa dikenakan penalti tambahan. Namun, karena gangguan disebabkan faktor cuaca yang berada di luar kendali maskapai, penumpang tidak berhak atas kompensasi tambahan seperti akomodasi hotel atau penggantian biaya lain.
Penumpang juga disarankan memeriksa dasbor konsumen Departemen Perhubungan AS untuk mengetahui kebijakan dan komitmen masing-masing maskapai terkait penanganan keterlambatan dan pembatalan penerbangan.