Badai Salju Ekstrem Bikin Beku AS, 11 Ribu Penerbangan Dibatalkan-Listrik Padam Massal

Badai salju picu penutupan penerbangan di Bandara LaGuardia New York, AS
Badai salju picu penutupan penerbangan di Bandara LaGuardia New York, AS

Badai musim dingin yang kuat memicu kekacauan jadwal perjalanan udara di sejumlah bandara di Amerika Serikat, Minggu, 25 Januari 2026. Belasan ribu penerbangan dibatalkan atau penundaan terbang karena badai salju, dilansir AP, Senin.

Badan Layanan Cuaca Nasional pada Sabtu malam memperingatkan bahwa salju, hujan es, dan hujan beku yang meluas mengancam hampir 180 juta orang—lebih dari setengah populasi AS—di wilayah yang membentang dari Pegunungan Rocky bagian selatan hingga New England. 

Setelah menerjang kawasan Selatan, badai bergerak ke Timur Laut pada Minggu dan diperkirakan menurunkan salju setebal sekitar 1 hingga 2 kaki (30 hingga 60 sentimeter) di wilayah Washington, New York, hingga Boston.

Badai salju juga memicu pemadaman listrik masif – meskipun jumlahnya telah menurun dalam beberapa jam terakhir, tetapi lebih dari 867.000 pelanggan masih tanpa listrik, menurut PowerOutage.us.

Negara bagian yang paling terdampak tetaplah Tennessee, Mississippi, dan Louisiana, di mana hampir 568.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik sesaat sebelum pukul 9 malam ET.

Badai salju picu penutupan penerbangan di Bandara Ronald Reagan Washington AS

Sementara dampak badai tersebut terasa signifikan pada sektor penerbangan. Menurut situs pelacakan FlightAware, lebih dari 11.400 penerbangan dibatalkan sepanjang Minggu. 

Perusahaan analitik penerbangan Cirium menyebutkan bahwa pada Minggu pagi, badai ini menjadi peristiwa pembatalan penerbangan terbesar sejak masa pandemi.

Pada Minggu sore, pembatalan penerbangan mendominasi sejumlah bandara utama di Timur Laut dan wilayah lainnya. Administrasi Penerbangan Federal menyatakan bahwa Bandara LaGuardia di New York ditutup pada Minggu sore, dengan penundaan penerbangan hingga pukul 8 malam sebagaimana tercantum di situs web resmi badan tersebut.

Di Philadelphia, sebanyak 94 persen penerbangan atau 326 penerbangan dibatalkan. Sementara itu, 91 persen penerbangan atau 436 penerbangan dibatalkan di Bandara LaGuardia, New York. 

Bandara Internasional John F. Kennedy juga terdampak dengan pembatalan 466 penerbangan, atau sekitar 80% dari total penerbangan, menurut data FlightAware.

"Saya tidak kecewa. Terus terang, saya sempat berpikir untuk kembali lebih lambat karena cuaca yang sangat dingin," kata Lengel, 71 tahun, merujuk pada kondisi di Michigan.

Sejumlah maskapai besar turut melaporkan pembatalan dalam jumlah besar. 

American Airlines membatalkan lebih dari 1.790 penerbangan pada Minggu, atau sekitar 55 persen dari jadwal hariannya. Delta Air Lines mencatat lebih dari 1.470 pembatalan, disusul Southwest Airlines dengan lebih dari 1.340 penerbangan yang dibatalkan. 

United Airlines melaporkan sekitar 1.016 pembatalan, sementara JetBlue mengalami lebih dari 590 pembatalan, yang mencakup sekitar 72 persen dari total jadwal penerbangannya hari itu.

Profesor Dartmouth yang juga pakar logistik penerbangan komersial, Vikrant Vaze, menilai pemulihan akibat pembatalan dan penundaan penerbangan imbas badai ini akan memakan waktu lama. 

Menurutnya, dampak gangguan tidak hanya dirasakan oleh wilayah yang terkena cuaca ekstrem secara langsung, tetapi juga oleh pelancong di daerah lain akibat efek domino jaringan penerbangan.

"Karena ada begitu banyak maskapai penerbangan yang terlibat, saya pikir ini akan sangat bergantung pada struktur jaringan masing-masing maskapai, seberapa besar dampak yang dialami masing-masing maskapai, dan kapasitas intrinsik maskapai untuk menangani gangguan besar ini," katanya.