Motif 7 Pelaku Letakkan Benda Mirip Bom di Gereja Bandung Hanya untuk Konten

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono

 Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menyebut tujuh pelaku yang meletakkan benda mirip bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kota Bandung pada Jumat 19 Desember, bermotif pembuatan konten video.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono mengatakan ketujuh pelaku tersebut ditangkap usai jajaran Reserse Kriminal Polrestabes Bandung melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan alat bukti.

"Jadi setelah kita lakukan pendalaman, ternyata ketujuh orang pemuda tersebut lagi melakukan pembuatan konten video yang salah satu konten videonya itu adalah meledakkan ruko," kata Budi di Bandung, Rabu.

benda yang diduga bom di depan pintu masuk Gereja GKPS, Bandung

Budi menyebut berdasarkan keterangan sementara dari para tersangka mengaku tidak mengetahui bahwa lokasi tempat mereka meletakkan properti konten tersebut berada di dekat rumah ibadah.

“Karena kita harus ketahui bahwa ini dalam suasana Natal. Jadi ya, ini suasananya juga cukup membuat gaduh dan juga membuat resah. Kalau dari keterangan mereka tidak mengetahui di situ ada tempat ibadah," katanya.

Budi mengatakan setelah hasil pemeriksaan benda mirip bom tersebut tidak mengandung bahan peledak.

“Saat diurai, isinya berupa kabel, bungkusan, dan potongan batang kayu berbentuk kotak, sehingga menyerupai bahan peledak,” kata Budi.

Ia mengatakan saat ini para tersangka masih menjalani pemeriksaan lanjutan dan menerapkan sejumlah pasal terhadap para pelaku atas perbuatannya tersebut.

Menurut dia, para tersangka dikenakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Pasal 175 KUHP dan Pasal 335 KUHP.

"Ancaman hukumannya cukup tinggi, minimal lima tahun penjara, namun motif dan peran masing-masing masih terus kami dalami,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat 19 Desember warga di sekitar GKPS Kota Bandung melaporkan penemuan benda mencurigakan yang diduga bom kepada pihak kepolisian setempat. (Ant)