Tradisi Natal Unik di Berbagai Negara, dari Nenek Sihir Italia hingga Sepatu Jodoh di Republik Ceko

Natal, tradisi Natal, perayaan Natal, Tradisi Natal Unik di Berbagai Negara, dari Nenek Sihir Italia hingga Sepatu Jodoh di Republik Ceko, Italia: Befana, Nenek Sihir Pembawa Hadiah Natal, Austria: Krampus, Sosok Menakutkan Penegur Anak Nakal, Spanyol: El Caganer, Ornamen Natal yang Tak Lazim, Norwegia: Menyembunyikan Sapu Lidi dari Penyihir, Guatemala: Membakar Replika Setan Jelang Natal, Kanada: Mummering, Tradisi Natal ala Topeng Ceria, Republik Ceko: Lempar Sepatu Penentu Jodoh, Ukraina: Sarang Laba-laba Pembawa Keberuntungan, Iran: Puasa Kecil Menyambut Natal, Irlandia: Menyisakan Kudapan untuk Sinterklas

Perayaan Natal tidak hanya identik dengan pohon cemara, Santa Claus, dan pertukaran hadiah. Di berbagai belahan dunia, tradisi Natal berkembang secara unik, dipengaruhi sejarah, kepercayaan lokal, hingga mitos yang diwariskan turun-temurun.

Dikutip dari buku Kala Natal Berbaur dengan Tradisi karya Pusat Data dan Analisa Tempo,  berikut ragam tradisi Natal unik di berbagai negara yang masih dijalankan hingga kini.

Italia: Befana, Nenek Sihir Pembawa Hadiah Natal

Di Italia, sosok yang ditunggu-tunggu anak-anak saat Natal bukan hanya Sinterklas. Ada pula Befana, figur nenek sihir dalam cerita rakyat Italia.

Berbeda dari gambaran penyihir jahat dalam kisah anak-anak, Befana justru digambarkan sebagai sosok baik hati.

Ia menjalankan peran mirip Santa Claus dengan membagikan hadiah Natal kepada anak-anak melalui cerobong asap rumah.

Austria: Krampus, Sosok Menakutkan Penegur Anak Nakal

Jika Italia memiliki Befana yang ramah, Austria justru mengenal figur Natal yang menakutkan bernama Krampus.

Sosok ini merupakan transformasi dari legenda Piet Hitam, makhluk jahat yang dipercaya akan menculik anak-anak nakal menjelang Natal.

Krampus digambarkan lebih kejam karena diyakini akan memakan anak-anak yang berperilaku buruk.

Namun, di balik kisah seram ini tersimpan pesan moral, yakni mendorong anak-anak untuk berbuat baik. Anak yang berperilaku baik akan mendapat hadiah dari Santo Nicholas, sosok yang mirip Sinterklas.

Spanyol: El Caganer, Ornamen Natal yang Tak Lazim

Natal, tradisi Natal, perayaan Natal, Tradisi Natal Unik di Berbagai Negara, dari Nenek Sihir Italia hingga Sepatu Jodoh di Republik Ceko, Italia: Befana, Nenek Sihir Pembawa Hadiah Natal, Austria: Krampus, Sosok Menakutkan Penegur Anak Nakal, Spanyol: El Caganer, Ornamen Natal yang Tak Lazim, Norwegia: Menyembunyikan Sapu Lidi dari Penyihir, Guatemala: Membakar Replika Setan Jelang Natal, Kanada: Mummering, Tradisi Natal ala Topeng Ceria, Republik Ceko: Lempar Sepatu Penentu Jodoh, Ukraina: Sarang Laba-laba Pembawa Keberuntungan, Iran: Puasa Kecil Menyambut Natal, Irlandia: Menyisakan Kudapan untuk Sinterklas

Seorang pria berjualan kopi di Lapangan Kelahiran Yesus saat upacara penyalaan pohon Natal di Betlehem, Tepi Barat yang diduduki Israel, pada 6 Desember 2025.

Di Spanyol, perayaan Natal identik dengan figurine unik bernama El Caganer. Patung kecil ini menggambarkan seseorang yang sedang buang air besar.

Meski terdengar tak lazim, El Caganer memiliki makna filosofis, yakni pengingat agar manusia selalu menjaga kesuburan bumi.

Tradisi memajang figurine ini sudah berlangsung sejak abad ke-18 dan biasanya ditempatkan di sudut ruangan.

Menariknya, anak-anak yang berhasil menemukan El Caganer yang disembunyikan dipercaya akan mendapatkan hadiah.

Norwegia: Menyembunyikan Sapu Lidi dari Penyihir

Masyarakat Norwegia memiliki kepercayaan bahwa roh jahat dan penyihir akan datang saat Natal untuk mengganggu perayaan.

Penyihir dipercaya mencuri sapu lidi untuk terbang ke angkasa. Oleh karena itu, warga akan menyembunyikan sapu lidi dan peralatan bersih-bersih. Para pria bahkan menembakkan senapan ke udara sebagai upaya menakut-nakuti para penyihir.

Guatemala: Membakar Replika Setan Jelang Natal

Di Guatemala, masyarakat memiliki tradisi membersihkan rumah dan membuat replika setan atau iblis dari sampah serta barang tak terpakai.

Replika tersebut akan dibakar bersama-sama di jalanan setiap 7 Desember, sebelum memasuki masa Natal. Tradisi ini melambangkan pengusiran sifat buruk, bencana, dan energi negatif agar tahun mendatang dipenuhi keberuntungan.

Kanada: Mummering, Tradisi Natal ala Topeng Ceria

Natal, tradisi Natal, perayaan Natal, Tradisi Natal Unik di Berbagai Negara, dari Nenek Sihir Italia hingga Sepatu Jodoh di Republik Ceko, Italia: Befana, Nenek Sihir Pembawa Hadiah Natal, Austria: Krampus, Sosok Menakutkan Penegur Anak Nakal, Spanyol: El Caganer, Ornamen Natal yang Tak Lazim, Norwegia: Menyembunyikan Sapu Lidi dari Penyihir, Guatemala: Membakar Replika Setan Jelang Natal, Kanada: Mummering, Tradisi Natal ala Topeng Ceria, Republik Ceko: Lempar Sepatu Penentu Jodoh, Ukraina: Sarang Laba-laba Pembawa Keberuntungan, Iran: Puasa Kecil Menyambut Natal, Irlandia: Menyisakan Kudapan untuk Sinterklas

Gemerlap cahaya Tokyo (japanhighlights.com).

Natal di Kanada identik dengan tradisi Mummering, yang sekilas mirip Halloween, namun lebih ceria dan tidak menyeramkan.

Warga akan mengenakan topeng unik, menyamarkan suara, lalu berkunjung ke rumah tetangga atau kerabat. Jika tuan rumah berhasil menebak identitas tamu, maka tamu tersebut wajib dipersilakan masuk untuk menikmati suasana Natal bersama sambil menyantap kudapan.

Republik Ceko: Lempar Sepatu Penentu Jodoh

Di Republik Ceko, Natal juga menjadi momen penuh harapan bagi perempuan lajang. Mereka memiliki tradisi melempar sepatu untuk meramal jodoh.

Caranya, perempuan berdiri membelakangi pintu lalu melempar sepatu melewati bahu. Jika tumit sepatu menghadap pintu, berarti ia belum akan menikah hingga tahun depan. Sebaliknya, jika ujung sepatu menghadap pintu, itu pertanda akan segera menemukan pasangan.

Ukraina: Sarang Laba-laba Pembawa Keberuntungan

Di Ukraina, masyarakat percaya hiasan sarang laba-laba di pohon Natal dapat membawa keberuntungan.

Tradisi ini berawal dari legenda tentang keluarga miskin yang tak mampu menghias rumah saat Natal. Suatu pagi, sarang laba-laba di pohon Natal mereka berkilau menyerupai emas dan perak. Sejak saat itu, masyarakat menghias pohon Natal dengan benang halus menyerupai sarang laba-laba.

Iran: Puasa Kecil Menyambut Natal

Umat Kristen di Iran menjalani puasa kecil menjelang Natal, yang dimulai pada 1 Desember. Puasa ini disebut lebih singkat dibandingkan puasa Paskah.

Setelah mengikuti misa atau kebaktian Natal di gereja, mereka akan menyantap hidangan bersama keluarga sebagai simbol sukacita dan kebersamaan.

Irlandia: Menyisakan Kudapan untuk Sinterklas

Di Irlandia, masyarakat memiliki kebiasaan unik saat malam Natal, yakni menyantap pai dan minum bir, lalu menyisakan sebagian makanan tersebut.

Kudapan itu dipercaya sebagai sajian untuk Sinterklas yang datang berkunjung ke rumah mereka.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang