Firasat Anak Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Sempat Minta Dibuatkan Kamar Baru

kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Firasat Anak Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Sempat Minta Dibuatkan Kamar Baru, Firasat Anak Sebelum Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans, Pesan Terakhir Ibunda yang Terasa Sebagai Pertanda, Korban Baru Dua Kali Naik Bus, Jenazah Kedua Orang Tua Segera Dimakamkan

Kecelakaan bus PO Cahaya Trans rute Jakarta–Yogyakarta terjadi di Simpang Susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025) dini hari.

Insiden berlangsung sekitar pukul 00.45 WIB saat bus melintas di tikungan fly over Tol Krapyak.

Bus dilaporkan kehilangan kendali, menabrak pagar pembatas jalan tol, lalu terguling dalam kecelakaan tunggal.

Peristiwa ini menewaskan Anih Purwaningsih dan Saguh, pasangan suami istri yang kepergiannya sempat meninggalkan kisah firasat bagi anak mereka.

Firasat Anak Sebelum Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans

Firasat itu dialami Nurwidia, Kepala Desa Parung, Kabupaten Bogor, sebelum kedua orang tuanya meninggal dunia dalam kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak.

Menurut Nurwidia, belum genap sebulan sebelum kejadian, ibundanya sempat menyampaikan permintaan sederhana kepada keluarga.

Permintaan tersebut bukan pesan khusus terkait perjalanan. Namun, permintaan itu belakangan dirasakan sebagai isyarat sebelum musibah terjadi.

Nurwidia mengungkapkan, sang ibu sempat meminta agar dibuatkan kamar baru di rumahnya.

Permintaan itu disampaikan melalui adik bungsunya sekitar dua minggu sebelum kecelakaan.

“Enggak ada pesan sih. Cuma bicara dengan adik saya mau tinggal di sini ah sekarang, bikinin kamar baru itu aja. Ada dua minggu yang lalu,” kata Nurwidia kepada wartawan di rumah duka, Jalan Raya Bogor-Parung, Senin (22/12/2025).

Ia mengenang permintaan tersebut sebagai komunikasi terakhir dari sang ibu.

Saat itu, Nurwidia tidak menyangka permintaan sederhana tersebut menjadi pesan terakhir sebelum kepergian orang tuanya.

Pesan Terakhir Ibunda yang Terasa Sebagai Pertanda

Nurwidia menyebut, keinginan ibunya untuk tinggal dan memiliki kamar baru kini terasa sebagai pertanda.

Ia baru memahami makna permintaan tersebut setelah musibah kecelakaan terjadi.

“Itu mungkin pesan terakhir dia, beliau mau berangkat menghadap Allah mungkin ya. Itu pesannya kepada adik saya, adik saya menyampaikan,” sambung Nurwidia dengan nada lirih.

Ia mengaku, pesan tersebut terus terngiang dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Terlebih, kepergian kedua orang tuanya terjadi secara mendadak.

kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Firasat Anak Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, Sempat Minta Dibuatkan Kamar Baru, Firasat Anak Sebelum Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans, Pesan Terakhir Ibunda yang Terasa Sebagai Pertanda, Korban Baru Dua Kali Naik Bus, Jenazah Kedua Orang Tua Segera Dimakamkan

Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin (22/12/2025) pukul 00.30 WIB dini hari. 

Korban Baru Dua Kali Naik Bus

Nurwidia menambahkan, ibunya belum lama menggunakan transportasi bus untuk perjalanan jauh.

Selama ini, kedua orang tuanya lebih sering bepergian menggunakan mobil pribadi.

“Ia menambahkan ibunya baru dua kali menggunakan jasa bus untuk mengunjungi keluarga suaminya di wilayah Yogyakarta,” ungkap Nurwidia.

“Biasanya bawa mobil pribadi. Sekali dia pakai bus, mungkin merasa nyaman enggak capek yang kedua kali naik bus lagi,” sambungnya.

Perjalanan menggunakan bus tersebut justru berujung pada kecelakaan maut yang menelan banyak korban jiwa.

Jenazah Kedua Orang Tua Segera Dimakamkan

Hingga Senin malam, pelayat terus berdatangan ke rumah duka di Jalan Raya Bogor-Parung.

Mereka menyampaikan belasungkawa kepada keluarga atas musibah kecelakaan tersebut.

Pada saat itu, kedua jenazah masih dalam perjalanan menuju Bogor.

Keluarga berencana langsung melaksanakan prosesi pemakaman setibanya jenazah di rumah duka.

“Sedang dalam perjalanan, insya Allah malam ini juga dimakamkan,” kata Nurwidia.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul “Minta "Kamar Baru": Isyarat Terakhir Korban Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya di Tol Krapyak Semarang”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang