Juara di Astana International Challenge 2025, Rian/Rahmat Langsung Pasang Target Tembus 20 Besar Dunia

Juara di Astana International Challenge 2025, Rian/Rahmat Langsung Pasang Target
Juara di Astana International Challenge 2025, Rian/Rahmat Langsung Pasang Target

 Ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat membuka perjalanan mereka sebagai pasangan dengan hasil manis. Keduanya sukses menjuarai Astana International Challenge 2025 usai menaklukkan pasangan Rusia Rodion Alimov dan Maksim Ogloblin di partai final.

Dalam laga final, Rian dan Rahmat tampil dominan dan menang dua gim langsung dengan skor 21-10 dan 21-14. Gelar ini menjadi titel perdana bagi keduanya sejak dipasangkan, sekaligus menandai progres positif setelah pekan sebelumnya terhenti di babak perempat final turnamen lain.

Muhammad Rian Ardianto mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai gelar juara ini memiliki arti penting bagi kepercayaan diri mereka sebagai pasangan baru.

“Alhamdulillah bisa meraih gelar pertama bersama Rahmat. Gelar ini sangat berarti untuk kami, setelah minggu lalu kalah di delapan besar tapi minggu ini bisa jadi juara,” kata Rian dalam keterangan yang dikutip PBSI.

Rian menyebut komunikasi dan kepercayaan satu sama lain menjadi kunci utama keberhasilan mereka sepanjang turnamen di Astana.

“Kunci minggu ini bagi kami adalah komunikasi dan selalu percaya satu sama lain,” lanjutnya.

Meski turnamen ini berada di level International Challenge, Rian menegaskan gelar juara tersebut menjadi modal penting untuk menatap musim berikutnya. Ia dan Rahmat menargetkan peningkatan peringkat dunia sebagai langkah menuju persaingan di level atas.

“Gelar ini sangat berarti karena sebagai pasangan baru saya dan Rahmat belum pernah merasakan juara. Setelah juara, walaupun kelasnya International Challenge, ini jadi motivasi kami untuk menatap tahun 2026 dan pastinya ingin cepat juga bisa tembus 20 besar supaya bisa bersaing di level atas,” ujarnya.

Gelar Astana International Challenge 2025 diharapkan menjadi titik awal konsistensi Rian dan Rahmat di rangkaian turnamen internasional berikutnya.