Gaikindo dan Kemenperin Bahas Masa Depan Pasar Mobil Baru di 2026

Situasi pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 mengalami kelesuan. Bahkan target penjualan di tahun ini harus direvisi ke angka 780 ribu unit saja.

Berangkat dari fakta di atas, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dikabarkan mengadakan pertemuan.

“Jadi kalau masalah policy otomotif, sedang digodok bersama-sama dengan pemerintah. Kita tunggu saja apa yang akan dibuat, mestinya saya sekarang ada rapat dengan Pak Agus Gumiwang (Menperin),” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara, Rabu (17/12).

Lebih jauh Jongkie menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi fokus Gaikindo serta Kemenperin saat ini.

Mitsubishi Bukukan 1.975 SPK di GJAW 2025, Lampaui Tahun Lalu

Seperti contoh usulan insentif otomotif pada 2026. Apakah bakal berfokus di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan lain.

“Itulah yang kami mau lihat, mesti ke mana nih arahnya. Masih tetap BEV kah atau hybrid kah, jadi nanti pendalaman-pendalaman terkait lokalisasi juga harus dipikirkan,” lanjut Jongkie.

Memang Jongkie tidak memungkiri, Gaikindo membutuhkan arahan dari Kemenperin. Sehingga dapat menentukan arah masa depan otomotif Tanah Air.

Mengingat situasi di tahun depan diprediksi masih bakal berat. Sehingga perlu strategi khusus untuk melewati 2026.

“Secara umum ke depannya bagaimana, kalau ngga nanti kami tidak berkembang,” tegas Jongkie.

Insentif Sedang Diupayakan

Seperti diberitakan KatadataOTO sebelumnya, Menperin mengaku akan terus memperjuangkan stimulus pada 2026.

“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan,” ungkap Agus dalam kesempatan berbeda.

Menurut Agus keberlangsungan industri otomotif dinilai sangat penting. Mengingat bantuan tersebut memiliki dampak berkelanjutan yang besar.

Oleh sebab itu dibutuhkan stimulus pada periode 2026. Apalagi setelah mengalami kontraksi atau penurunan.

“Forward, backward linkage yang luar biasa, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah buat ekonomi juga luar biasa besar,” tambah Agus.

Neta Raih 328 SPK di IIMS 2025, Andalkan Dua Model

Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan, Kemenperin akan terus berusaha mengusulkan insentif atau stimulus pemerintah untuk sektor otomotif.

Agus menjabarkan, insentif yang disiapkan mencakup sisi permintaan (demand). Kemudian menyasar persediaan atau supply.

“Merupakan tanggung jawab kami, hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tutup Agus.