Produser Bahas Keputusan Keluarkan Personel Cherrybelle di Masa Lalu, Singgung Sarwendah?
Produser Dino Raturandang tengah ramai diperbincangkan pengguna media sosial Thread menyusul dengan cuitannya baru-baru ini. Dino diketahui merupakan sosok dibalik terbentuknya girl group Cherrybelle.
Dalam unggahannya itu, Dino sempat menyinggung dirinya menjadi salah satu orang yang ikut mengambil keputusan untuk mengeluarkan salah satu personel Cherrybelle. Dia juga mengenang bagaimana keputusannya saat itu untuk mengeluarkan personel Cherrybelle tersebut mendapat kritik pedas di masyarakat.
"Iya dulu saya yang bikin Cherrybelle, iya dulu saya yang termasuk ambil keputusan untuk mengeluarkan personell, iya dulu saya dibully gara-gara ambil keputusan itu.... Sekarang??? udah terlihat kan? senyumin aja," tulis dia dikutip Jumat 5 Juni 2026.
Unggahan tersebut langsung menuai banyak komentar hangat dari pengguna media sosial. Banyak dari mereka yang berspekulasi bahwa sosok yang dimaksud adalah Sarwendah meski tak menyebut namanya secara gamblang.
"Nah kannnn pada kebuka semuaanya mana nih fansnya yang bilang mamio paling cuantik paling culas mungkin iya yaa," komentar netizen.
"Ini yang dulu disanjung-sanjung karena dasteran, pake sendal karet dan mau nyuci sendiri tanpa mesin itu kan?," komentar netizen.
"Haha no komen ah," balas Dino.
Sebagai informasi, unggahan Dino ini jadi sorotan di tengah polemik antar Ruben Onsu dan Sarwendah. Keduanya diketahui berselisih terkait dengan kesulitan Ruben untuk menemui kedua anak perempuannya, hingga persoalan nafkah anak.
Menurut kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, Ruben mulai mengalami kesulitan untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya setelah perceraian.
"Ini berawal dari Ruben mengawali kesulitan ya untuk bertemu dengan anaknya, untuk berkumpul dengan anaknya layaknya seorang ayah," kata Minola, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.
Minola menyebut persoalan tersebut menjadi titik awal munculnya ketegangan antara Ruben dan mantan istrinya.
Minola menjelaskan bahwa setelah perceraian sebenarnya sudah ada kesepakatan yang mengatur mengenai waktu kebersamaan Ruben dengan anak-anaknya. Dalam perjanjian tersebut, Ruben disebut memiliki hak untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak selama dua hingga tiga hari setiap minggu. Namun hingga kini kesepakatan tersebut belum terlaksana.
Meski mengaku kesulitan bertemu anak, Ruben disebut tetap menjalankan kewajibannya sesuai perjanjian perceraian. Minola mengatakan Ruben tetap membiayai kebutuhan pendidikan dan pemeliharaan anak-anaknya. Bahkan, nominal yang diberikan disebut melebihi angka yang sebelumnya disepakati.