Pesan WA Jadi Pemicu! Begini Peran 6 Polisi Yanma yang Keroyok Matel di Kalibata Hingga Tewas

6 anggota Yanma Mabes Polri, pengeroyok 2 matel hingga tewas
6 anggota Yanma Mabes Polri, pengeroyok 2 matel hingga tewas

Mabes Polri mengungkap secara rinci peran enam anggota Satuan Pelayanan Markas (Yanma) Polri yang terlibat dalam kasus pengeroyokan dua mata elang (matel) di Kalibata, Jakarta Selatan, yang berujung pada tewasnya korban.

Insiden maut tersebut bermula saat Bripda Ahmad Marz Zulqadri, yang mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax, dicegat oleh dua matel berinisial MET dan NAT.

Dia menjelaskan bahwa setelah dicegat, Bripda Ahmad Marz mengabarkan kejadian itu ke dalam grup WhatsApp rekan-rekannya. Salah satu anggota yang menerima pesan tersebut adalah Brigadir Ilham.

"Brigadir IAM menerima informasi melalui WA Group dari Bripda AMZ bahwa dia dan motornya ditahan oleh pihak Matel," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Erdi Chaniago, Kamis, 18 Desember 2025.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago

Menindaklanjuti pesan tersebut, Brigadir Ilham kemudian secara spontan mengajak sejumlah anggota Yanma Polri lainnya untuk mendatangi lokasi yang dibagikan Bripda Ahmad Marz. Anggota yang ikut bersama Brigadir Ilham antara lain Bripda Irfan Batubara; Bripda Jefry Ceo Agusta; Bripda Baginda; dan Bripda Raafi Gafar,

Setibanya di lokasi, keenam anggota tersebut terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap dua matel. Akibat pengeroyokan itu, satu korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit (RS).

Erdi menegaskan, empat anggota yang ikut dalam insiden tersebut diketahui hanya mengikuti ajakan seniornya.

"Bripda BN kesatuan Yanma Polri, Bripda JLA kesatuan Yanma Polri, Bripda RGW kesatuan Yanma Polri, dan Bripda IAB kesatuan Yanma Polri, dengan peran hanya mengikuti ajakan senior dan turut melakukan pengeroyokan untuk menolong Bripda AMZ yang sedang diberhentikan oleh pihak Matel," tuturnya.

Atas perbuatannya, Brigadir Ilham dan Bripda Ahmad Marz Zulqadri dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan sebagai anggota Polri. Sementara itu, empat anggota lainnya dijatuhi sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama lima tahun.

Meski telah dijatuhi sanksi etik, Erdi menyebut seluruh anggota yang terlibat, baik yang dikenakan PTDH maupun demosi, kompak mengajukan banding atas putusan tersebut.

"Atas putusan tersebut, pelanggar menyatakan banding," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, enam anggota kepolisian yang terseret kasus pengeroyokan dua mata elang alias matel di Kalibata, Jakarta Selatan, hingga tewas, mulai mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Propam Mabes Polri menggelar sidang etik terhadap keenam anggota Yanma (Pelayanan Markas) Mabes Polri tersebut hari ini, Rabu 17 Desember 2025. Sidang etik digelar di Mabes Polri. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam membenarkan agenda tersebut.

“Infonya begitu (sidang etik enam mata elang digelar hari ini),” kata Anam.

Polda Metro Jaya menetapkan sebanyak enam orang anggota polisi pelayanan masyarakat (Yanma) Mabes Polri sebagai tersangka dugaan pengeroyokan hingga tewas terhadap dua mata elang (matel) berinisial MET dan NAT.

"Adapun keenam tersangka tersebut merupakan anggota dari satuan pelayanan markas di Mabes Polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko Jumat, 12 Desember 2025.

Untuk diketahui, kejadian menghebohkan terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis siang, ketika dua anggota mata elang alias matel menjadi korban pengeroyokan.

Peristiwa ini berawal saat keduanya mencoba menghentikan seorang pengendara sepeda motor yang melintas di jalan. Kapolsek Pancoran, Komisaris Polisi Mansur, menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

“Yang dipukulin itu teman-teman dari matel. Ada salah satu pengguna sepeda motor lah tiba-tiba di-stop oleh teman-teman ini. Setelah di-stop, diberhentiin lah, biasa,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 11 Desember 2025.

Namun, situasi berubah cepat. Menurut Mansur, pengendara lain yang berada di lokasi turun dari mobil dan ikut menyerang kedua matel secara mendadak.

Salah satu korban meninggal di tempat, sedangkan korban lain selamat meski mengalami luka-luka. Namun, pada akhirnya meski sempat dapat perawatan, satu matel yang jadi korban pengeroyokan ini akhirnya juga meninggal dunia.