Biodata Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Tersangka Korupsi Penyalahgunaan Kewenangan

Wakil Wali Kota Bandung, wakil wali kota Bandung, Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Wakil Wali Kota Bandung sekarang, wakil wali kota bandung 2025, Biodata Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Tersangka Korupsi Penyalahgunaan Kewenangan, 1. Tanah dan bangunan:, 2. Alat transportasi dan mesin:, 3. Harta lainnya:, 4. Utang:

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung menetapkan Wakil Wali Kota Bandung Erwin sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tahun 2025.

Selain Erwin, Kejari Bandung juga menetapkan anggota DPRD Kota Bandung periode 2024–2029 Rendiana Awangga sebagai tersangka dalam perkara yang sama.

Kepala Kejari Bandung Irfan Wibowo mengatakan, Erwin dan Rendiana ditetapkan sebagai tersangka karena keduanya diduga menyalahgunakan kekuasaan.

Hal tersebut dilakukan dengan meminta paket pengadaan barang dan jasa serta paket pekerjaan yang memberikan keuntungan bagi pihak tertentu yang mempunyai keterkaitan dengan mereka.

“Berdasarkan dua alat bukti yang cukup, penyidik meningkatkan status penyidikan dan menetapkan dua tersangka, yaitu saudara E (Erwin) dan saudara RA (Rendiana Awangga),” ujar Irfan di Bandung, dikutip dari Antara, Rabu (10/12/2025).

“Adapun yang bersangkutan diduga menyalahgunakan kekuasaan meminta paket barang dan jasa, paket pekerjaan yang menguntungkan secara hukum pihak terafiliasi,” tambahnya.

Profil Wali Kota Bandung Erwin Tersangka Penyalahgunaan Kewenangan

Dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar, Erwin lahir di Bandung pada 18 Mei 1972.

Ia pernah menempuh pendidikan di SD Cikadut, SD Cikutra V, SMP Santa Maria, dan SMA Yodhatama.

Setelah lulus dari bangku SMA, Erwin melanjutkan studinya ke Universitas Pasundan (Unpas).

Di perguruan tinggi tersebut, Erwin lulus dengan gelar sarjana ekonomi.

Selanjutnya, Erwin mengambil Program Magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Nusantara (Uninus) dan Program Doktor Ilmu Pendidikan di kampus yang sama.

Jauh sebelum menjadi Wakil Wali Kota Bandung, Erwin sempat menjadi pengusaha pada 1991-2011.

Erwin lalu terpilih menjadi anggota DPRD Kota Bandung pada 2019. Pada saat itu, ia bertugas di Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat.

Ia juga aktif di beberapa organisasi seperti menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, dan Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat.

Namanya juga tercatat sebagai Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode dan Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong.

Harta Kekayaan Wakil Wali Kota Bandung Erwin

Erwin memiliki kekayaan senilai Rp 25.498.965.210. Hal ini sesuai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis KPK pada 10 Maret 2025.

Harta kekayaan Erwin terdiri dari: 

1. Tanah dan bangunan:

  • Tanah dan bangunan seluas 438 m2/229 m2 di Bandung Rp 3.500.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 139 m2/95 m2 di Bandung Rp 1.750.000.000
  • Tanah seluas 282 m2 di Bandung Rp 846.000.000
  • Tanah seluas 684 m2 di Bandung Rp 2.052.000.000
  • Tanah seluas 1.116 m2 di Bandung Rp 1.435.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 1.116 m2/83 m2 di Bandung Rp 3.348.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 94 m2/158 m2 di Bandung Rp 2.500.000.000
  • Tanah seluas 690 m2 di Bandung Rp 2.415.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 63 m2/1 m2 di Bandung Rp 750.000.000
  • Tanah seluas 967 m2 di Tasikmalaya Rp 1.000.000.000
  • Tanah seluas 1.736 m2 di Tasikmalaya Rp 950.000.000
  • Tanah seluas 1.120 m2 di Bandung Rp 2.500.000.000.

2. Alat transportasi dan mesin:

  • Motor Yamaha Nmax Rp 25.000.000
  • Mobil Suzuki APV Rp 120.000.000
  • Motor Yamaha All New Nmax Rp 33.000.000
  • Mobil Toyota Alphard 2,5G A/T Rp 1.210.000.000
  • Mobil Toyota Xpander Sport Rp 221.000.000
  • Motor Yamaha Fazio Rp 24.000.000.

3. Harta lainnya:

  • Harta bergerak lainnya Rp 260.000.000
  • Kas dan setara kas Rp 3.159.965.210.

4. Utang:

  • Utang Rp 2.600.000.000
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang