Rapor Impor BYD Periode Januari-November, Tembus 60 Ribu Unit

 Insentif otomotif berupa subsidi mobil listrik impor bakal dihentikan di 2026. Oleh karena itu, merek-merek yang menerima bantuan pemerintah itu harus mulai merakit lokal lini kendaraannya mulai tahun depan.

BYD menjadi salah satunya. Merek asal Tiongkok satu ini masih mengimpor seluruh produknya buat konsumen Indonesia.

Pabrik mereka di Subang masih dalam tahap pembangunan. Namun disebut akan segera rampung dan beroperasi di 2026.

Mengacu pada regulasi terkait insentif mobil listrik impor, BYD harus merakit lokal produk mobil listriknya dengan jumlah yang sama seperti unit Completely Built Up (CBU).

Tidak Semua Varian BYD Atto 1 Harganya Naik, Simak Detailnya

Diolah dari data Gaikindo, per November 2025 angka impor BYD sudah tembus 60.455 unit. Ini termasuk Denza D9 dan tidak mencakup BYD E6 yang disuplai buat armada taksi.

Denza D9 sendiri diimpor sebanyak 9.500 unit di periode Januari-November 2025. Angka tertingginya adalah di Juli yakni 2.082 unit.

Harga Denza D9 yang kompetitif dan cenderung lebih rendah dari Multi Purpose Vehicle (MPV) lain di Tanah Air menjadi daya tarik tersendiri buat banyak konsumen.

Sementara bicara soal BYD, model yang paling banyak diimpor utuh ke dalam negeri adalah mobil listrik mungil Atto 1. Tipe termurah diimpor 9.965 unit, sementara varian di atasnya 7.917 unit.

Menyusul setelah BYD Atto 1, ada Sealion 7 Premium 9.200 unit dan Sealion 7 Performance 3.500 unit. 

Sepanjang November, impor BYD tembus 9.520 unit. Namun angka tertingginya adalah di Oktober 2025, 13.923 unit.

Menariknya di November 2025 tiga model perdana mereka yakni BYD Seal, Atto 3 sampai Dolphin tidak diimpor sama sekali. 

Denza D9

Jika melihat angka tersebut, maka BYD harus melakukan perakitan lokal setidaknya 60.455 unit di 2026 sesuai dengan jumlah impor.

Apabila tidak berhasil memenuhi persyaratan itu, maka ada peluang harga mobilnya melonjak dan bank guarantee BYD hangus.

Rapor Impor BYD dan Denza Januari-November 2025 ( Tidak termasuk BYD E6)

  • Januari, 2.306 unit
  • Februari, 3.860 unit
  • Maret, 3.298 unit
  • April, 2.859 unit
  • Mei, 3.582 unit
  • Juni, 3.984 unit
  • Juli, 9.317 unit
  • Agustus, 2.215 unit
  • September, 5.239 unit
  • Oktober, 13.923 unit
  • November, 9.872 unit

Total: 60.455 unit