Sulit Dipercaya! 8 Pesepakbola Top Dunia Ini tak Masuk Daftar Pemain Terhebat Sepanjang Masa Versi The Athletic
The Athletic baru saja merilis buku terbaru yang memuat daftar 100 pemain terhebat sepanjang sejarah sepak bola, dan seperti yang bisa ditebak, nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Diego Maradona, dan Pele menempati posisi teratas.
Buku berjudul "The Soccer 100" tersebut disusun langsung oleh tim penulis The Athletic dan menghadirkan satu bab khusus untuk setiap pemain yang masuk daftar.
Namun yang membuat publik heboh bukan hanya siapa yang terpilih, melainkan siapa saja yang tidak masuk. Dalam laporan itu, terdapat sejumlah nama besar yang seharusnya pantas berada di antara 100 pemain terbaik sepanjang masa, tetapi justru absen.
Dilansir dari Planet Football, berikut pemain-pemain top dunia yang tidak masuk daftar tersebut.
1. Harry Kane
Pemain Bayern Munich Harry Kane rayakan gol ke gawang Chelsea
Kelalaian paling mengejutkan dimulai dari tak memasukkan nama Harry Kane pada daftar tersebut. Absennya pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Inggris ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat ia berada di jalur untuk memecahkan rekor gol sepanjang masa Liga Inggris jika tetap bermain di Premier League.
Kritik terhadap keputusan ini pun muncul, terutama karena menilai trofi bukan satu-satunya penentu kehebatan seorang pemain.
2. Erling Haaland
Pemain Manchester City Erling Haaland
Nama berikutnya yang mencuri perhatian adalah Erling Haaland. Memang ia masih berusia 25 tahun dan kariernya belum selesai, namun banyak yang meyakini kontribusinya sejauh ini sudah lebih dari cukup untuk membuatnya masuk daftar. Catatan gol Haaland sangat luar biasa, pemain tercepat mencapai 100 gol Premier League, pencetak 52 gol saat Manchester City meraih treble, dan memimpin Norwegia lolos ke Piala Dunia pertama mereka sejak 1998.
Dengan pencapaian tersebut, sulit untuk tidak menempatkannya di antara pemain terbaik sepanjang masa, meski usianya masih muda.
3. Luis Suarez
Bomber Atletico Madrid, Luis Suarez.
Ketika berbicara mengenai penyerang paling mematikan, sulit mengabaikan Luis Suarez. Pemain yang telah mencetak 100 gol di La Liga ini juga dikenal sebagai striker pencetak gol terbanyak sepanjang masa Uruguay.
Ia memenangkan trofi di hampir semua klub yang dibelanya dan menjadi bagian dari trio lini depan paling berbahaya dalam sejarah. Bahkan nama Luis Suarez versi Ballon d'Or 1950-an juga tidak masuk dalam daftar, membuat absennya kedua Suarez terasa makin janggal.
4. Robert Lewandowski
Pemain Barcelona Robert Lewandowski
Banyak yang menilai absennya Robert Lewandowski adalah kelalaian paling aneh dalam daftar ini. Meski permainannya dikenal efisien dan tanpa drama, catatan golnya di lima liga top Eropa hanya kalah dari Messi dan Ronaldo. Ia meraih 13 gelar liga di empat klub berbeda dan menjadi pemain yang sejatinya layak memenangkan Ballon d’Or 2020 sebelum penghargaan itu dibatalkan.
Jika Kylian Mbappe dianggap pantas masuk, banyak yang mempertanyakan bagaimana Lewandowski bisa tak terpilih, mengingat konsistensi dan pencapaiannya yang luar biasa.
5. Steven Gerrard
Pemain Liverpool, Steven Gerrard
Tidak semua pemain dinilai dari jumlah trofi atau gol semata. The Athletic pun memasukkan nama-nama yang dihargai karena estetika bermain dan pengaruh emosional mereka, seperti Socrates, Totti, dan Bergkamp. Namun anehnya, Steven Gerrard tidak masuk daftar tersebut.
Sebagai ikon Liverpool dan salah satu gelandang paling berpengaruh Inggris, absennya Gerrard mengundang tanda tanya besar. Bahkan Virgil van Dijk juga tidak masuk, membuat daftar ini semakin memicu perdebatan, terutama bagi pendukung Liverpool.
6. N'Golo Kante
Gelandang Chelsea, Kante
Mengabaikan N’Golo Kante jelas sulit dipahami. Dalam daftar ini, beragam negara, era, dan budaya sepak bola diwakili, namun Kante tetap tersingkir. Padahal perannya dalam membawa Leicester City menjadi juara Premier League saja sudah cukup menunjukkan dampaknya sebagai pemain.
Saat bersama Chelsea, Kante memenangkan Premier League, Liga Champions, dan menjadi pusat permainan tim. Bahkan gelar Piala Dunia pun tidak membuatnya mendapat tempat di daftar 100 besar tersebut.
7. Thomas Muller
Thomas Muller
Nama berikutnya adalah Thomas Müller, pemain yang identik dengan kejayaan Bayern Munich. Ia menjadi sosok kunci selama 11 gelar Bundesliga beruntun itu.
Ia mendefinisikan peran "raumdeuter" dan menjadi pemain yang sangat berpengaruh tanpa banyak sorotan glamor. Jika Manuel Neuer dianggap layak masuk sebagai redefinisi posisi kiper, Muller sejatinya memainkan peran serupa untuk lini serang.
8. Sergio Ramos
Sergio Ramos bergabung dengan Monterrey
Sulit membayangkan daftar pemain terhebat tanpa menyertakan Sergio Ramos. Bek yang memulai setiap final kesuksesan Spanyol, Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012, memiliki kontribusi besar dalam era emas La Roja.
Ramos juga pemain yang membawa Real Madrid meraih La Decima melalui gol penyama kedudukan legendarisnya sebelum memimpin tim meraih tiga Liga Champions berikutnya. Dengan prestasi sebesar itu, absennya Ramos dianggap hampir tidak masuk akal.