Top 7+ Pesepakbola Top Dunia yang Pernah Terdegradasi, Neymar Berikutnya?
Mantan bintang sepakbola dunia dari Manchester United, Inter Milan, AC Milan hingga PSG termasuk di antara pemain kelas dunia yang secara mengejutkan terdegradasi.
Neymar disebut-sebut bisa saja segera masuk dalam daftar ini karena timnya, Santos, kini berada di zona degradasi Serie A Brasil dengan tiga pertandingan tersisa.
Lebih buruk lagi, Neymar harus absen hingga akhir musim 2025 setelah mengalami cedera. Dengan konteks tersebut, berikut deretan delapan pesepakbola top yang pernah merasakan pahitnya turun kasta.
Rio Ferdinand
Rio Ferdinand mengalami tahun terakhir kariernya bukan dalam perebutan gelar, tetapi berjuang menghindari degradasi bersama Queens Park Rangers (QPR). Pada momen itu, ia mengakui bahwa kepindahannya ke Loftus Road adalah keputusan yang disesalinya.
"Saya berharap saya mengakhiri karier saya di Manchester United, daripada pindah ke QPR," kata Ferdinand.
“Karena itu pertama kalinya saya berada di ruang ganti di mana orang-orang membicarakan uang dan upah. Kami punya pemain yang tidak mau berlatih karena mereka punya uang yang terbatas, intensitasnya tidak terlalu tinggi, dan apa pun yang Harry Redknapp coba lakukan, para pemain tidak mau menerimanya, dan tim itu akhirnya terdegradasi,” lanjutnya.
Julio Cesar
Julio Cesar
Bukan hanya Ferdinand, Julio Cesar juga mengalami hal serupa. Mantan kiper Inter Milan itu bergabung lebih dulu pada 2012 dan terdegradasi pada musim pertamanya.
Cesar mengaku tidak pernah membayangkan meninggalkan Inter. Tetapi setelah klub ingin memangkas pengeluaran dan menurunkan gajinya, ia memilih hengkang.
“Saya benar-benar tidak pernah berpikir akan berakhir di Queens Park Rangers. Tidak ada yang berjalan sesuai rencana, meskipun klub berinvestasi besar, mentalitas juara tidak ada, dan kami terdegradasi,” kata Cesar.
Franco Baresi
Franco Baresi saat memperkuat AC Milan.
Franco Baresi, salah satu bek terbaik sepanjang masa, pernah dua kali merasakan degradasi bersama AC Milan. Turun kasta pertama terjadi pada 1980 akibat skandal pengaturan pertandingan. Dua tahun kemudian, Milan kembali terdegradasi setelah finis di posisi tiga terbawah..
Gianluigi Buffon
Kiper PSG, Gianluigi Buffon.
Buffon menjadi bagian dari skuad Juventus yang terdegradasi ke Serie B pada 2006. Secara teknis, Juve finis pertama, namun gelar digugurkan setelah kasus pengaturan skor. Nama besar lain seperti Giorgio Chiellini, Patrick Vieira, Zlatan Ibrahimovic, Alessandro Del Piero, dan Pavel Nedved juga memiliki catatan degradasi dalam CV mereka.
Roy Keane
Mantan pemain Menchester United, Roy Keane
Sebelum kejayaan bersama Manchester United, Roy Keane justru merasakan pahitnya degradasi bersama Nottingham Forest pada musim 1992–93. Meski finis di dasar klasemen, performanya tetap mencuri perhatian hingga akhirnya diboyong ke Old Trafford.
Michael Carrick
Asisten manajer MU, Michael Carrick
Michael Carrick juga sempat merasakan nasib serupa. Ia terdegradasi bersama West Ham pada 2003 sebelum bertahan satu musim di divisi kedua. Kariernya baru menanjak setelah direkrut Tottenham pada 2004.
Michael Owen
Michael Owen
Michael Owen juga masuk daftar pemain besar yang terdegradasi. Pada musim 2009, Newcastle turun kasta setelah finis di posisi ke-18. Owen mencetak delapan gol dari 28 laga, namun itu tidak cukup menyelamatkan tim.
Dalam otobiografinya, ia mengaku menyesal pindah ke Newcastle.
Ia menulis bahwa sebenarnya ingin kembali ke Liverpool, namun transfer itu tak terwujud. Gaji besar yang ditawarkan Newcastle justru membuatnya berada pada keputusan sulit yang kemudian ia sesali.