Tiada Solusi Tuntas, Warga Bandung Lelah Lagi-lagi Kena Banjir Setiap Usai Hujan
Bandung tidak luput dari terjangan banjir di musim hujan ekstrem tahun ini, menyusul daerah Indonesia lainnya yang telah diterjang bencana hidrometeorologi.
Hari ini, Jumat (5/12/2025), pukul 06.00 WIB, Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dikepung banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Itu membuat lalu lintas di jalan utama penghubung Dayeuhkolot-Baleendah dan Kota Bandung lumpuh, tidak aman dilalui sepeda motor.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (5/12/2025), ketinggian air bervariasi antara 30-50 sentimeter dengan titik terdalam mencapai sekitar satu meter.
Sejumlah motor dilaporkan mogok ketika harus melewati jalan tersebut, sehingga harus mendorong kendaraan ke sisi jalan yang lebih tinggi.
Tampak warga saling membantu untuk menghadapi situasi itu dengan papan kayu atau ban bekas yang digunakan sebagai pijakan agar tidak terjebak banjir.
Namun, usaha itu tidak banyak membantu mengatasi masalah karena arus air yang deras.
Warga lelah harus langganan banjir
Roni, seorang warga, mengaku merasa lelah dengan banjir yang terus berulang tanpa penanganan tuntas.
Ia harus melewati jalan yang menjadi langganan banjir untuk menuju tempat kerja di kawasan Kopo.
Kondisi jalan seperti ini membuatnya harus berhenti hampir setengah jam di tepi jalan.
“Saya sudah tiga kali menghadapi banjir begini minggu ini. Jujur, capek sekali. Mau menerobos khawatir mesin mati, mau putar balik, jalan lain juga sama macetnya,” ungkap Roni.
Menurutnya, jalan yang dilalui sudah langganan banjir, tetapi hari ini genangan airnya terlihat lebih tinggi daripada hari sebelumnya.
“Setiap kali hujan malam, paginya pasti begini (banjir). Rasanya sudah lelah menghadapi banjir yang tidak berkesudahan,” terangnya.
Sejumlah warga memilih menunggu di halaman masjid yang permukaannya lebih tinggi daripada harus menerjang banjir. Mereka sambil memantau kondisi jalan melalui ponsel.
Dewi, salah satu warga Dayeuhkolot, yang mengaku tidak berani menerjang banjir.
“Saya sebenarnya harus mengantar anak sekolah dulu, tapi lihat air begini langsung tidak berani,” ungkapnya.
Kemacetan dari arah Baleendah dilaporkan berlangsung hingga pukul 07.30 WIB. Jalur Cipurut menuju Baleendah juga tergenang, sehingga menambah kemacetan.
Dua hari banjir di Bandung
Petugas kepolisian dan BPBD Kabupaten Bandung saat melakukan evakuasi di lokasi longsor di Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, tak hanya itu petugas BPBD Kabupaten Bandung juga melakukan sejumlah evakuasi untuk warga yang terjebak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Jumat (5/12/2025)
Dikutip dari TribunJabar, sejak Kamis (4/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025), sejumlah daerah di Jawa Barat dilanda bencana hidrometeorologi, dari banjir hingga tanah longsor.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, ada enam wilayah yang terdampak, yaitu:
- Kabupaten Sukabumi
- Kabupaten Bandung
- Cianjur
- Subang
- Bandung Barat
- Purwakarta
Bencana di enam daerah tersebut memberikan dampak terhadap 3.882 jiwa, di mana 87 orang harus mengungsi.
Selain itu, bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan 3.097 bangunan mengalami kerusakan, di antaranya:
- 12 rumah rusak berat
- 45 rumah rusak sedang
- 42 rumah rusak ringan
Lalu, satu rumah ibadah, lima fasilitas pendidikan, dan 53 hektare lahan persawahan juga terdampak.
Potensi banjir masih berlanjut sampai Maret 2026
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun menjabarkan hasil prakiraan cuaca BMKG.
Puncak musim hujan di Jabar diprakirakan akan berlangsung dua periode, yaitu Desember 2025 dan Februari hingga Maret 2026.
Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Intensitas hujan yang mulai tinggi berpotensi menyebabkan tanah longsor dan baniir. Kami imbau ke masyarakat agar waspada,” ujar Teten, seperti dikutip TribunJabar, Jumat (5/12/2025).
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “” dan di TribunJabar dengan judul “Jabar 'Dikepung' Banjir dan Longsor, Warga Diminta Waspada, Puncak Musim Hujan Akan Terjadi 2 Kali”.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang