Kata Pelatih Jay Idzes Jelang Lawan Como 1907 di Liga Italia 2025-2026
Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, memberikan pandangan khusus mengenai persiapan Jay Idzes dan kolega kontra Como 1907 di Liga Italia (Serie A) 2025-2026.
Jay Idzes yang kini menjadi andalan lini belakang Sassuolo disebut memiliki peran penting dalam duel Sassuolo melawan Como 1907 yang akan digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Sassuolo datang dengan modal performa positif karena tak terkalahkan dalam dua laga terakhir di Liga Italia 2025-2026.
Kendati demikian, tantangan besar menanti Jay Idzes cs karena Como sedang berada dalam tren impresif musim ini.
Sassuolo Tengah Dalam Performa Stabil
Sassuolo sejauh ini menunjukkan perkembangan menggembirakan di Liga Italia.
Dalam delapan laga terakhir, tim racikan Fabio Grosso berhasil meraih empat kemenangan dan hanya menderita dua kekalahan.
Mereka juga membukukan tiga clean sheet, salah satunya berkat kedisiplinan Jay Idzes sebagai komandan lini pertahanan.
Namun, lawan yang dihadapi kali ini bukan tim sembarangan. Como tampil luar biasa dengan catatan tak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan terakhir Serie A, termasuk kemenangan telak 5-1 atas Torino pada pekan ke-12.
Ancaman dari Nico Paz di Kubuh Como
Como memiliki salah satu pemain muda paling menonjol musim ini, Nico Paz.
Gelandang Argentina tersebut menjadi motor permainan pasukan Cesc Fabregas, dengan kontribusi lima gol dan empat assist dari 12 laga.
Fabio Grosso menilai perhatian pada Paz memang penting, tetapi Sassuolo tidak boleh hanya fokus pada satu pemain.
Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes resmi bergabung dengan Sassuolo pada Sabtu 9 Agustus 2025 jelang musim Liga Italia 2025-2026.
"Saya memuji Como karena mereka memiliki sejumlah kualitas penting, didukung oleh visi jelas yang sedang diimplementasikan," kata Grosso dikutip dari TuttoMercatoWeb.
"Bukan kebetulan jika saya mendengar bahwa Nico Paz bisa pindah ke klub yang lebih besar dalam beberapa bulan ke depan."
"Dia adalah salah satu pemain terkuat dari Como. Namun, fokus pada satu pemain berarti akan kehilangan pengamatan terhadap sumber bahaya yang lain," lanjutnya.
Fabio Grosso menilai bahwa Como 1907 merupakan tim yang tampil sebagai sebuah kesatuan, mampu menguasai bola, serta memperlihatkan permainan dengan tempo dan intensitas tinggi.
Ia menyebut skuad lawan memiliki banyak pemain muda yang ditopang figur-figur senior, sehingga menjadi tim yang terbangun dengan baik, memiliki kualitas, dan didukung investasi signifikan.
Grosso menyadari bahwa laga nanti tidak akan mudah bagi Sassuolo, sehingga timnya harus menaikkan level permainan, karena tanpa peningkatan tersebut akan sulit bagi mereka meraih hasil positif.
"Como bermain sebagai tim, mendominasi penguasaan bola, serta menunjukkan kecepatan dan intensitas tinggi," tegas Fabio Grosso.
"Mereka memiliki banyak pemain muda yang didukung oleh nama-nama senior. Ini adalah tim yang dibangun dengan baik, berkualitas, dan telah melakukan investasi yang signifikan."
"Kami sadar bahwa kami akan menghadapi pertandingan yang sulit. Kami akan berusaha meningkatkan level permainan kami, karena jika tidak, sulit bagi tim untuk mendapatkan hasil positif," pungkasnya.
Jay Idzes Pernah Jinakkan Como Musim Lalu
Bagi Jay Idzes, laga melawan Como bukanlah tantangan baru. Saat masih berseragam Venezia musim lalu, ia dua kali berhadapan dengan Nico Paz dan kolega.
Hasilnya, Venezia tidak terkalahkan dalam dua pertemuan Liga Italia—imbang 2-2 di Pier Luigi Penzo dan 1-1 di Giuseppe Sinigaglia.
Dalam dua laga tersebut, Nico Paz tidak berhasil mencetak gol maupun assist.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang