Soroti Laga Como Lawan Inter, Arrigo Sacchi Kecewa Pendekatan Taktik Fabregas dan Chivu

Arrigo Sacchi, Como, Cesc Fabregas, Inter, Cristian Chivu, Soroti Laga Como Lawan Inter, Arrigo Sacchi Kecewa Pendekatan Taktik Fabregas dan Chivu

 Laga leg pertama semifinal Coppa Italia 2025-2026 antara Como 1907 dan Inter Milan yang berakhir imbang tanpa gol menuai sorotan dari Arrigo Sacchi.

Legenda kepelatihan Italia, Arrigo Sacchi, secara terbuka melontarkan kritik terhadap jalannya pertandingan yang dinilai membosankan dan miskin determinasi di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Selasa malam waktu setempat.

Menurut Arrigo Sacchi, hasil kacamata tersebut bukan sekadar masalah teknis di lapangan, melainkan akibat dari kehati-hatian yang berlebihan.

Ia merasa kecewa melihat adu strategi antara pelatih Como, Cesc Fabregas, dan juru taktik Inter, Cristian Chivu, yang dinilai terlalu asyik bermain aman sehingga kehilangan gairah menyerang yang biasanya menjadi identitas kedua tim.

Melalui ulasannya di La Gazzetta dello Sport, Sacchi membedah kebuntuan laga yang secara statistik hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit tersebut.

Ia menyoroti bagaimana kedua tim tampil di luar kebiasaan mereka.

“Pertama-tama, mari kita tegaskan bahwa ini bukan soal sistem atau pemain, mereka tidak ada hubungannya dengan itu. Isu yang seharusnya diteliti adalah pendekatannya,” ungkap Sacchi.

Mantan pelatih AC Milan dan Timnas Italia ini memandang bahwa laga tersebut lebih dipenuhi dengan rasa takut kebobolan.

“Pertama-tama, itu adalah pertandingan di mana tim-tim berusaha untuk tidak kebobolan dan bermain dengan serangan balik.

“Saya kagum dengan tim Fabregas, yang sejauh ini telah dipuji karena keinginan dan tekadnya untuk mendominasi lawan. Namun, kali ini tidak ada percikan semangat sama sekali,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia juga mempertanyakan absennya daya dobrak tim tamu yang sejatinya memiliki rekam jejak impresif musim ini.

“Inter, yang praktis sudah memegang Scudetto dan hanya akan kehilangannya jika mereka lengah (mereka unggul 10 poin dari Milan), adalah tim yang menjadikan soliditas dan permainan menyerang sebagai dua kekuatan utamanya."

"Kita melihat soliditas itu, terutama saat tidak menguasai bola, meskipun Como beberapa kali membuat kiper Martinez khawatir, tetapi sama sekali tidak ada permainan menyerang,” pungkasnya.

Arrigo Sacchi, Como, Cesc Fabregas, Inter, Cristian Chivu, Soroti Laga Como Lawan Inter, Arrigo Sacchi Kecewa Pendekatan Taktik Fabregas dan Chivu

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, bahagia dengan cara timnya mencetak kuartet gol saat bertandang ke markas tim Belgia, Union Saint-Gilloise, pada laga matchday ketiga Liga Champions 2025-2026.

Adu Strategi Layaknya Papan Catur

Di sisi lain, juru taktik tuan rumah memiliki pandangan tersendiri mengenai laga tersebut. Bagi Fabregas, pertandingan yang minim peluang ini merupakan manifestasi dari adu taktik tingkat tinggi yang sangat mendetail.

"Hasilnya memang seperti itu. Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami pantas mencetak gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetak gol," ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.

"Ini seperti pertandingan catur, sangat taktis, di mana saat melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan permainan yang kami inginkan."

Ia juga menyayangkan beberapa peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol oleh anak asuhnya.

"Kami solid, memiliki dua atau tiga peluang bagus, dengan Alex Valle yang tampaknya lebih sulit untuk gagal mencetak gol daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti ini terjadi."

"Inter telah mendominasi sepak bola Italia dalam lima tahun terakhir, tetapi kami memiliki satu tembakan ke gawang hari ini."

"Ini meninggalkan sedikit rasa pahit di mulut kami, karena kami merasa setidaknya bisa menang 1-0," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang