Como Berubah Lawan Inter, Pendekatan Fabregas Bikin Sacchi Kecewa

Arrigo Sacchi, Como, Fabregas, Coppa Italia 2025-2026, Como Berubah Lawan Inter, Pendekatan Fabregas Bikin Sacchi Kecewa

Como racikan Cesc Fabregas dinilai Arrigo Sacchi tak tampil seperti biasanya kala melawan Inter Milan pada leg pertama semifinal Coppa Italia.

Menurut Arrigo Sacchi duel Como vs Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Selasa (3/3/2026) berjalan tanpa percikan.

Arrigo Sacchi, yang menuliskan pandangannya di kolom surat kabar La Gazzetta dello Sport, tak keliru.

Como serta Inter sama-sama dilanda kebuntuan dan bermain imbang 0-0 pada leg pertama semifinal Coppa Italia.

Sepanjang 90 menit pertandingan, tercatat hanya ada satu tembakan ke gawang yang diciptakan oleh Como.

Inter racikan Cristian Chivu bahkan sama sekali tak membuat ancaman yang mengarah ke gawang Jean Butez.

“Pertama-tama, mari kita perjelas bahwa ini bukan soal sistem atau para pemain, mereka tidak ada hubungannya dengan itu. Hal yang seharusnya menjadi sorotan adalah pendekatannya,” ujar Arrigo Sacchi dilansir dari Football Italia.

Como dan Inter Tampil Terlalu Hati-hati

Menurut sosok yang mengantar Milan menjuarai Piala Champions pada 1989 dan 1990 itu, kedua tim tak bermain seperti biasanya. Unsur kehati-hatian tampak menonjol.

“Pertama-tama, ini adalah pertandingan di mana kedua tim mencoba untuk tidak kebobolan dan bermain dengan serangan balik.”

Pendekatan Como ketika menjamu Inter di Coppa Italia pun mengejutkan Sacchi, karena mereka tak tampil seagresif biasanya.

“Saya kagum dengan tim Fabregas yang sejauh ini dipuji karena keinginan dan tekadnya untuk mendominasi lawan. Kali ini tidak ada percikan.”

Arrigo Sacchi, Como, Fabregas, Coppa Italia 2025-2026, Como Berubah Lawan Inter, Pendekatan Fabregas Bikin Sacchi Kecewa

Penyerang Inter Milan, Pio Esposito, merayakan gol dalam laga akbar Serie A antara Inter Milan dan Juventus di Stadion Giuseppe Meazza pada 14 Februari 2026.

Wajah Berbeda Inter

Sacchi melihat hal yang sama juga terjadi kepada Inter Milan yang selama ini dikenal kerap tampil dominan ketika mentas di laga Serie A Liga Ialia.

“Inter, yang praktis sudah memegang Scudetto dan hanya akan kehilangannya jika mereka tertidur (mereka unggul 10 poin dari Milan), adalah tim yang menjadikan soliditas dan permainan menyerang sebagai dua kekuatannya."

"Kita melihat soliditas itu, terutama saat tidak menguasai bola, meskipun Como sempat membuat kiper (Josep) Martinez terancam beberapa kali, tetapi sama sekali tidak ada permainan menyerang,” tutur Arrigo Sacchi yang pernah menukangi Italia di Piala Dunia 1994.

Seiring hasil 0-0 di Giuseppe Sinigaglia, situasi untuk kedua tim masih sangat terbuka pada laga leg kedua semifinal Coppa Italia 2025-2026 nanti yang bakal digelar di Giuseppe Meazza pada 22 April 2026.

“Untuk bersikap positif, mari kita lihat seperti ini. Como dan Inter menyelamatkan diri mereka untuk leg kedua,” tulis Sacchi dalam kolomnya di La Gazzetta dello Sport.

“Khususnya Nerazzurri, yang akan menghadapi derbi di San Siro pada Minggu malam, ketika Milan harus memainkan kartu terakhir mereka dalam upaya mempersulit rencana Chivu,” tuturnya memberikan pandangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang