Pengakuan Mengejutkan Sumardji soal Timur Kapadze

Pelatih Timnas Uzbekistan Timur Kapadze
Pelatih Timnas Uzbekistan Timur Kapadze

 Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sumardji memberikan sebuah pengakuan mengejutkan. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional itu tertarik pada Timur Kapadze.

Posisi pelatih Timnas Indonesia saat ini masih kosong setelah PSSI mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert. Juru taktik asal Belanda itu gagal memenuhi target meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.

Sejumlah nama pun muncul ke permukaan, mereka disebut-sebut cocok untuk mengisi posisi yang kini sedang lowong. Salah satunya adalah Timur Kapadze.

Pelatih yang meloloskan Uzbekistan ke Piala Dunia 2026 ini gencar disebut sebagai calon pelatih Timnas Indonesia. Apalagi, dia sempat datang ke Jakarta. Sontak rumor kian menyala.

Terkait hal itu, Sumardji mengaku tertarik pada rekam jejak mantan pelatih timnas Uzbekistan itu.

"Satu ini kenapa ya Uzbekistan kok bisa bagus itu makanya saya tertarik sekali nih. Kenapa? ini sama-sama dari Asia. makanya saya baca terus itu perjalanan dia, saya baca sampai kebetulan ada yang selama ini selalu bersama-sama saya, kalau saya ke Uzbek dan selalu jadi translatornya gitu sama si Timur itu, selalu kita ini saya tanya, saya sampai tanya detail 'Itu gimana sih caranya Uzbek itu kamu dalam 3 tahun setengah, dari tahun pertama tahun kedua tahun ketiga itu detailnya, saya tanya kenapa? bukan untuk apa? saya ini sangat tertarik gitu loh ini kok bagus ya?" papar Sumardji.

"Makanya saya beberapa kali telpon, video call, pernah juga zoom sama Timur. Jadi artinya saya membangun komunikasi ini, komunikasi teman ya, bicara sepak bola, yang senang dengan sepak bola," ucapnya.

Namun, di balik berbagai pembicaraan itu, Sumardji menegaskan komunikasi yang terjadi tidak lebih dari obrolan antarsesama pecinta sepak bola. Ia tidak memastikan apakah Kapadze benar-benar masuk daftar calon pelatih Timnas yang dibahas di internal federasi.

 

Dia pernah bilang ke saya, ‘Pak Mardji, saya senang, orang Indonesia itu hobi bola semua.’ Tapi ya cuma begitu saja. Tidak ada pembicaraan serius. Saya pun cuma tanya-tanya bagaimana dia bisa mencetak prestasi. Kan saya di BTN, wajib dong mencari ilmu,” tutupnya.