Seberapa Berpengaruhnya Asupan Makanan Terhadap Pencegahan Stunting?
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya.
Jika tidak ditangani dengan tepat, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan anak. Beberapa dampak tersebut antara lain, gangguan perkembangan otak yang mengganggu proses belajar dan menurunkan prestasi anak ke depannya. Selain itu, risiko penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes hingga mudah sakit dan mudah terkena infeksi.
Salah satu hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi stunting adalah memastikan asupan gizi yang seimbang pada ibu hamil.
"Stunting bukan sekadar masalah gizi, tetapi masalah masa depan generasi," kata Deputi Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Kemendukbangga/BKKBN Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd dalam keterangannya.
Termasuk pada ibu hamil yang berada di daerah yang masih kesulitan mengakses layanan kesehatan, gizi seimbang, serta sarana sanitasi yang layak. Di sinilah peran penting pemerintah, tenaga kesehatan, dan para stakeholder sangat dibutuhkan dalam menciptakan upaya bersama yang terarah dan berkelanjutan.
Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus melibatkan kolaborasi lintas sektor yang nyata, mulai dari edukasi, dukungan nutrisi, hingga peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dan lingkungan.
"Oleh karena itu, bantuan harus datang secara holistik, dari hulu ke hilir. Mulai dari sanitasi, air bersih, hingga asupan nutrisi. Selain itu, untuk menurunkan angka prevalensi stunting adalah dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi. Kami berharap kolaborasi yang telah dilakukan dengan berbagai pihak ini bisa terus melakukan menjadi sinergi untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia," kata dia.
Terkait dengan stunting, Blackmores Bersama dengan BKKN membuat kampanye #AwalYangBaikUntukBuahHati. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada dukungan nutrisi, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi para Penyuluh KB serta Kader yang mendampingi keluarga berisiko stunting, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga keluarga dengan balita.
Ilustrasi program penyuluhan
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pihak perusahaan juga terlibat dalam berbagai inisiatif percepatan penurunan stunting di sejumlah wilayah prioritas nasional. Mulai dari pemberian produk multivitamin Pregnancy & Breast-Feeding Gold.
Lalu partisipasi berpartisipasi dalam kegiatan Kawal Bumil Festival yang diinisiasi Rumah Zakat dan PKBI DKI Jakarta bersama BKKBN Jawa Barat dan UNFPA, yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu hamil melalui edukasi dan pendampingan serta memperluas akses layanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini juga menjadi momen simbolis penyaluran produk senilai 1,1 miliar rupiah atau setara dengan 10.000 botol kepada ibu hamil di wilayah prioritas di Jawa Barat.
Selain itu, tahun ini Blackmores juga mendonasikan produk Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold senilai 1,4 miliar rupiah bersama Klinik Bumi Sehat untuk ibu hamil dan menyusui di Bali, Aceh, Lombok, dan Papua.
Country Head/Director Kalbe Blackmores Nutrition, Dickson Susanto, menyampaikan, bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Dengan kontribusi perusahaan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan nutrisi mikro seperti vitamin, DHA, dan omega-3 yang esensial sejak masa kehamilan hingga menyusui.
"Melalui kampanye ini serta berbagai kegiatan edukasi bersama BKKBN, kami ingin memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran nutrisi yang tepat bagi ibu hamil dan menyusui. Selain itu, penyaluran produk ke berbagai wilayah prioritas menjadi langkah nyata kami dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan," kata dia.