Bareskrim Tangani Kasus Narkoba Dibuang di Tol Sumatera, Bukti 207.529 Butir Ekstasi Senilai Rp 207 M

Bareskrim Polri, kasus narkoba, mobil ekstasi tol lampung, mobil bawa pil ekstasi tol lampung, Bareskrim Tangani Kasus Narkoba Dibuang di Tol Sumatera, Bukti 207.529 Butir Ekstasi Senilai Rp 207 M

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi mengambil alih penanganan kasus narkoba yang ditemukan di ruas Jalan Tol Trans Sumatera. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pengungkapan kasus.

"Penanganan kasus tersebut diambil alih oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri sejak hari Jumat, tanggal 21 November 2025," kata Eko di Jakarta, Senin (24/11/2025) dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa pengambilalihan ini bertujuan agar penyidikan dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh, mengingat dugaan keterlibatan jaringan antarprovinsi dalam kasus tersebut.

Seiring dengan pelimpahan penanganan, seluruh barang bukti narkoba juga telah dibawa ke Bareskrim Polri.

Bagaimana Kasus Ini Terungkap?

Kasus ini bermula pada Kamis (20/11)/2025, ketika petugas patroli jalan tol menemukan sebuah mobil hitam mengalami kecelakaan di ruas Tol Trans Sumatera KM 136.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, tidak ditemukan pengemudi maupun penumpang di lokasi.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa petugas kemudian melakukan penyisiran di area sekitar kecelakaan.

"Namun, saat petugas tol melakukan penyisiran di sekitar area kecelakaan, ditemukan satu tas besar berwarna biru berisi lima tas lainnya," katanya.

Dalam tas tersebut, terdapat tiga tas cokelat, satu tas merah tua, dan satu tas biru yang diduga milik pemilik kendaraan.

Setelah dilakukan pemeriksaan bersama oleh petugas tol, TNI, dan Polri, ditemukan 34 kantong berisi zat yang diduga kuat merupakan narkotika.

Bareskrim Polri, kasus narkoba, mobil ekstasi tol lampung, mobil bawa pil ekstasi tol lampung, Bareskrim Tangani Kasus Narkoba Dibuang di Tol Sumatera, Bukti 207.529 Butir Ekstasi Senilai Rp 207 M

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menemukan puluhan ribu ekstasi di dalam mobil Nissan X-Trail yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter) KM 136 B, Lampung, Kamis (20/11/2025).

Berapa Banyak Narkoba yang Diamankan?

Dalam keterangan lebih lanjut, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengonfirmasi bahwa barang bukti narkoba yang ditemukan berjumlah sangat besar.

"Ekstasi yang diamankan dan sudah dilakukan pengecekan di laboratorium sebanyak 207.529 butir yang diestimasi seharga Rp207.529.000.000," ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Menurutnya, jumlah ekstasi sebesar itu dapat membahayakan ratusan ribu orang jika berhasil diedarkan.

"Dari puluhan ribu butir yang diamankan, berpotensi menyelamatkan 207.529 jiwa," tambah Eko.

Bareskrim Polri kini tengah menelusuri jaringan pelaku yang diduga terkait dengan temuan tersebut.

Mengingat besarnya jumlah barang bukti serta pola peredarannya, polisi menduga jaringan ini bergerak lintas provinsi.

“Perkara tersebut perlu percepatan penanganan perkara sehingga diambil alih oleh satuan yang lebih tinggi untuk percepatan pengungkapan perkara karena diduga melibatkan jaringan lintas provinsi,” jelas Eko.

Sementara itu, Polda Lampung masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pemilik mobil yang terlibat kecelakaan.

Petugas telah mengumpulkan sejumlah bukti di lapangan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas paket narkoba tersebut.

Petugas tol yang pertama kali menemukan tas mencurigakan tersebut segera berkoordinasi dengan aparat keamanan.

"Mengetahui temuan mencurigakan, petugas tol segera berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri, khususnya Patroli Jalan Raya. Tim kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Temuan itu kemudian dibuka bersama dan didapati 34 kantong yang diduga narkotika," ujar Yuni.

Polisi kini memetakan dugaan sementara bahwa pengemudi kendaraan melarikan diri usai mengalami kecelakaan, kemungkinan karena panik mengetahui banyaknya barang bukti yang dibawa.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.