Nyaris ke MU, Sadio Mane Pilih Liverpool karena Telepon dari Orang Ini
Persaingan panas Liverpool dan Manchester United tak hanya terjadi di atas lapangan. Dua raksasa Premier League itu juga kerap adu cepat dalam urusan menggaet pemain bintang.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool jadi pihak yang lebih sering menang dalam perburuan pemain incarannya.
Sejumlah nama seperti Cody Gakpo, Alexis Mac Allister, hingga Darwin Nunez sempat dikaitkan dengan Manchester United, sebelum akhirnya mendarat di Anfield. Satu-satunya kemenangan MU yang relatif baru adalah keberhasilan merekrut Leny Yoro.
Namun, ada satu kisah yang paling mencuri perhatian: gagalnya MU mendatangkan Sadio Mane, yang kini diungkap sang pemain sebagai momen yang bisa mengubah sejarah Setan Merah.
Mane mengungkap bahwa pada 2016 ia sebenarnya tinggal selangkah lagi menuju Old Trafford. Bahkan, negosiasi sudah berjalan dan dirinya sempat berbicara dengan Louis van Gaal.
"Saya benar-benar sangat dekat. Saya bertemu dengan mereka, kami bicara, dan mereka sudah membuat penawaran," ujar Mane dalam wawancara 2019 yang kembali viral, dilansir Give Me Sport
Namun semuanya berubah saat telepon dari Jürgen Klopp masuk. "Di minggu yang sama, Klopp menelepon saya. Dia bilang, ‘Liverpool tempat yang tepat buat kamu’. Saya langsung merasa itu panggilan yang benar dan saya memilih Liverpool."
Ternyata, ini bukan pertama kalinya Klopp mencoba mendatangkan Mane. Saat masih di Borussia Dortmund, Klopp juga berupaya merekrutnya.
Mane juga bercerita bahwa ia ragu dengan posisi yang akan ia dapatkan di MU saat itu, yang sudah dihuni Wayne Rooney, Angel Di Maria, Memphis Depay hingga Robin van Persie.
“Pertanyaan saya cuma satu: ‘Saya bakal main di mana?’ Mereka bilang saya pasti main kalau tampil bagus. Tapi saya kurang yakin,” kata Mane.
Keputusan berhijrah ke Liverpool membawanya ke puncak dunia. Selama enam musim membela The Reds, Mane mencetak 120 gol dan menjadi bagian trio maut bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino.
Ia mengangkat trofi Liga Champions dan Premier League, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu winger terbaik yang pernah dimiliki Liverpool.
"Dari hari pertama saya datang, saya sudah merasa ini tempat yang tepat. Saya tahu saya bisa meraih semuanya di sini," kata Mane.
Meski kini bermain untuk Al-Nassr, Mane tetap dikenang sebagai legenda modern Liverpool—sosok yang nyaris menjadi milik Manchester United sebelum Klopp mengubah segalanya.